by

Kenali Maag, Gejala dan Penyebabnya

Oleh: dr. Dio Dara Virgiansari

Penyakit maag kerap dialami oleh masyarakat Indonesia. Penamaan maag berasal dari bahasa Belanda, “de maag” artinya lambung. Maag merupakan sekumpulan gejala (sindrom) yang terdiri dari nyeri atau rasa tidak nyaman pada perut bagian atas, mual, muntah, kembung, rasa penuh atau cepat kenyang dan sering bersendawa.

Maag dapat disebabkan oleh kelainan organik pada lambung, misalnya ulkus peptikum (luka pada lambung), gastritis (radang pada lambung), kolestitis (batu empedu) dan lainnya maupun yang bersifat fungsional (bukan dari lambung-belum diketahui penyebabnya).

Maag dapat disebabkan oleh kelainan organik pada lambung..

Ada beberapa tipe gejala penyakit maag yang dapat dialami;

1) Tipe ulkus, penderita tipe ini akan merasakan nyeri di bagian ulu hati, bisa juga pada perut sebelah kiri atas, terkadang sampai tembus ke bagian tubuh bagian belakang. Biasanya nyeri dapat mereda atau memburuk bila diikuti dengan makanan.

 2) Tipe dismotilitas. Penderita biasanya biasanya mengalami perut kembung, perasaan cepat kenyang diikuti dengan rasa mual bahkan sampai muntah. 

3) Tipe campuran, jenis ini merupakan gabungan antara tipe ulkus dengan tipe dismotilitas. Penderita mengalami gejala perut kembung diikuti rasa nyeri.

Waspadai gejala ini..

Terdapat beberapa gejala yang perlu diwaspadai pada penderita maag yang disebut dengan keluhan alarm, antara lain; nyeri menelan, penurunan berat badan. Terdapat pendarahan saluran cerna, dapat berupa muntah darah atau warna kehitaman, buang air besar berdarah atau bewarna kehitaman, anemia berat. Terdapat keluhan muntah yang terlalu sering dan perasaan cepat penuh pada perut.

Penyebab tersering terjadinya penyakit maag, antara lain;

  1. Pola makan yang tidak baik, waktu makan terlambat, tidak teratur jam makan, tidak sarapan, porsi makan yang besar, makan berlebihan meskipun sudah kenyang.
  2. Kebiasaan minum kopi, teh, minuman bersoda.
  3. Sering mengkonsumsi jenis makanan pedas, makanan berlemak, makanan asam, cokelat, juga makanan yang mengandung banyak bahan pengawet.
  4. Infeksi bakteri (Helicobacter pylori)  atau dapat juga infeksi parasit.
  5. Penggunaan obat analgetik (anti nyeri; dapat berupa ibuprofen, asam mefenamet, natrium diclofenac, aspirin, dll) dan steroid (anti radang; dapat berupa dexamethasone, prednisone, metilprednisolon, dll).
  6. Terjadi pada usia lanjut.
  7. Stres, kurang tidur, rutinitas pekerjaan yang padat.
  8. Penyakit lainnya, seperti; penyakit refluks empedu, penyakit auto imun, HIV/AIDS, Chron desease. (Ridho-BN)
Baca Juga :  Pasien yang Sembuh Covid-19 Bertambah, Kini Jumlahnya 20 Orang

Penulis adalah alumnus Fakultas Kedokteran UNS Surakarta dan dokter umum di Puskesmas Mujur, Lombok Tengah

Comment

News Feed