by

Keluarga Tentukan Motivasi dan Kualitas Hidup Penderita Stroke (Bagian 2)

BerbagiNews.com – Keterbatasan perawat dalam pelayanan di rumah sakit menjadi salah satu kelemahan dalam pelayanan kesehatan. Sehingga perawat membutuhkan keluarga sebagai perpanjangan tangan dan pemberian asuhan keperawatan berkelanjutan secara mandiri kepada keluarga. Mengingat pentingnya keluarga, maka kita akan membahas lebih rinci lagi tentang bagaimana peran keluarga dalam memberikan pelayanan kepada anggota keluarganya yang menderita stroke, sehingga keluarga mampu mempertahankan dan juga meningkatkan motivasi dan kualitas hidup penderita stroke.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mengatakan keluarga terdiri dari suami, isteri dan anak-anaknya, lebih khusus lagi seorang pakar sosiologi bernama Duval dan Lugon tahun 1986 menjelaskan tentang keluarga sebagai sekumpulan orang dengan ikatan perkawinan, kelahiran dan adopsi yang bertujuan untuk menciptakan, mempertahankan budaya dan meningkatkan perkembangan fisik, mental emosional serta sosial dari tiap anggota. Begitu pula yang dijelaskan olah Departemen RI 1998, bahwa keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di bawah satu atap pada suatu tempat dalam keadaan saling bergantungan.

Seorang legendari psikologi Sigmund Freud asal Viena berkata, “Pada dasarnya keluarga itu terbentuk karena adanya perkawinan pria dan wanita,” Dengan demikian dapat kita ambil kesimpulan bahwa keluarga merupakan unit terkecil dari masyrakat yang terdiri dari suami dan isteri yang terikat dengan sebuah pernikahan, dengan anak atau tanpa anak yang tinggal dalam satu atap di tempat tertentu yang saling berhubungan. Artinya, memiliki keterkaitan dan saling mendukung dalam kehidupannya.

Keterkaitan antara anggota keluarga yang satu dengan yang lain akan membentuk sebuah ikatan yang saling kuat. Sikap saling peduli, saling menyayangi, memenuhi kebutuhan satu dengan yang lainnya menjadi hal-hal penting untuk mewujudkan keluarga yang harmonis. Satu anggota keluarga yang sakit, yang lainnya ikut merasa sakit, satu merasa senang semua merasa senang yang sama. Memang demikian seharusnya sikap yang dimiliki anggota keluarga. Dengan begitu apabila keluarga ada yang sakit seperti penyakit stroke. namun keluarga memberikan dukungan dan kasih sayang penuh terhadap anggota keluarga yang sakit, maka kemungkinan besar bahwa keluarga bisa meningkatkan motivasi keluarganya, setelah itu kondisinya akan lebih cepat sembuh, dan akhirnya akan memperbaiki kualitas hidup pasien atau keluarga penderita stroke.

Baca Juga :  Masuk Kategori Daerah Transmisi Lokal, Kepala Dinas Kesehatan Keluarkan Imbauan

Berikut ini ada beberapa tips yang bisa anda lakukan di rumah sakit maupun di rumah, untuk meningkatkan motivasi terhadap anggota keluarga yang menderita stroke;

  1. Berdoalah kepada Allah Ta’ala untuk diberikan kemudahan dan kesabaran dalam merawat anggota keluarga yang sakit, khususnya penderita stroke.
  2. Ikhlaskan niat bahwa merawat orang lain terlebih itu keluarga kita sendiri merupakan amal kebaikan yang berpahala besar di sisi Allah Ta’ala.
  3. Penuhi kebutuhan dasarnya dengan maksimal sesuai kemampuan keluarga, seperti makanannya, pakaiannya, tempat tidurnya dan juga aktifitas fisiknya.
  4. Libatkan dalam kelompok masyarakat, untuk melatih si penderita stroke dalam bersosialnya sehingga ia merasa tetap diterima di masyarkat walaupun dalam kondisi sakit.
  5. Ajak refreshing ke tempat-tempat rekreasi yang ia sukai. Tidak perlu jauh-jauh, menonton TV juga bisa menjadi sebuah refreshing sederhana bagi keluarga.
  6. Ingatkan dan temani anggota keluarga penderita stroke untuk rutin memeriksa kesehatannya ke fasilitas kesehatan, seperti Puskesmas, Rumah Sakit atau dokter keluarga.

Yogyakarta, 02 Januari 2019

News Feed