by

Ironis, Rumah Hancur, Nenek Perawan Tua Tuna Netra Tidak Mendapatkan Bantuan Rumah Pemerintah

Lombok Tengah, BerbagiNews.com – Nenek Rumenah (93) adalah Nenek Perawan Tua yang hidup dan tinggal seorang diri, beralamat di Dusun Sintung Barat Desa Sintung Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah.

Selasa (05/03) Tim Tangan Berbagi Indonesia bersama kepala desa mengunjungi langsung Nenek Rumenah. Nenek sedang duduk seorang diri di depan pintu.

Nenek Rumenah wanita Tuna Netra, tidak bisa melihat sejak berusia 15 tahun silam karena mengidap Sakit. Pasca Gempa Nenek umpang tinggal di tetangga sembari menunggu rumah bantuan dari pemerintah.

Nenek Rumenah Duduk Depan Rumah Tetangga yang memberikannya Tempat Tinggal Sementara

Nenek hidup di rumah sangat sederhana 4 x 6 meter, Rumah rusak luluh lantah oleh Gempa Bumi Agustus 2018 lalu. Dalam kesehariannya untuk makan dan minum Nenek banyak berharap belas kasian dan iba tetangga.

Sangat di Sayangkan Nenek Rumenah yang seharusnya mendapatkan Perhatian terutama Tempat Tinggalnya yang rusak korban Gempa ternyata tidak masuk dalam Daftar Bantuan Rumah Korban Gempa.

Humas Tangan Berbagi Indonesia bersama Tim meninjau Rumah Nenek Rumenah

Herman selaku kepala Desa (Kades) Sintung yang baru menjabat dua bulan langsung sigap yaitu dengan jemput bola mengambil langkah untuk meminta bantuan langsung ke Pendopo Bupati Lombok Tengah. “Alhamdulillah, ada solusi untuk tempat tinggal Nenek kami dapat bantuan berupa bangunan yaitu hanya berupa atap rumah, namun masih kurang dinding dan pondasinya.

Herman sangat mengharapkan, “terkait masyarakat kami yang kondisinya seperti ini mudah-mudahan dari semua pihak dapat menyumbangkan sedikit hartanya untuk warga kami di sini dalam hal ini Nenek Rumenah untuk segera dapat diselesaikan dinding dan pondasi Rumahnya. “Pinta sang Kepala Desa. (Redaksi/BBN)

Baca Juga :  Berbagi Peduli, Tangan Berbagi Kunjungi Warga Terdampak Gempa 5,8 SR Lombok

News Feed