by

Kisah Anak Santri Dibalik Ujian Ada Mimpi Besar

-Ngaji-850 views

Oleh: Yusuf Rahadian

BerbagiNews.com – JARBAN, sebuah Kata Bahasa Arab yang berarti Sakit Kulit atau Kudisan. Kalau kata ini anda tanyakan kepada Alumni Gontor, maka akan di jawab dengan senyum merekah atau bahkan tawa. Karena hampir seluruh Alumni Gontor itu PERNAH MERASAKAN jarban. Termasuk saya yang pernah Nyantri di Pondok Alumni sebelum masuk Gontor. Sekujur tubuh ini rasanya gatal semua, terus terluka, bernanah, lalu sembuh, hilang tanpa bekas, sama sekali tidak berbekas sampai sekarang ini.

Makanya kalau saya bilang saya dulu pernah JARBANAN, semua orang (kecuali Alumni Gontor) pasti jawab ndak percaya. Meminjam Bahasa Ust Nasrullah Zainul Muttaqin, bahwa Gontor itu memang Bersih, tapi tidak Hygienis. Maka itu ada beberapa Hal “tidak masuk” akal yang dilakukan Santri Gontor itu, yang secara Ilmu Kesehatan dipastikan akan jatuh sakit, tapi ketika dilakukan di Gontor ternyata Santrinya sehat-sehat saja. Seperti makan Mie di Ember bekas cucian, atau minum dengan Piring yang habis dipakai makan.

Begitu juga soal JARBAN ini, sepertinya sudah jadi “welcome illness” buat para santri baru. Karena yang biasanya sakit JARBAN itu ya anak baru, karena kalau sudah sekali terkena JARBAN ya ga akan terkena lagi. Dengan nada bercanda Almarhum KH Imam Zarkasyi menyampaikan , bahwa JARBAN itu jadi “Syarat” bagi seseroang untuk jadi santri Gontor. Jadi, JARBAN itu sama sekali bukan masalah serius di Gontor. Bahkan bergaul dengan orang sakit JARBAN sekalipun, selama dia sudah pernah JARBANAN tidak akan pernah takut tertular, meskipun JARBANNYA parah juga.

Yang jelas, anda tidak akan menemukan bekas JARBAN itu saat Alumni tersebut keluar. Coba perhatikan Foto saya, apakah nampak kalau saya dulu pernah KUDISAN??.. Bagaimana dengan Kisah Anda. (Redaksi/BBN)

Baca Juga :  Lombok Yang Keras Atau Hatimu Yang Keras

News Feed