by

HPSN Sebagai Momentum Untuk Sadar dan Peduli Sampah

Mataram, BerbagiNews.com – Hari Peduli Sampah Nasional ( HPSN ) 2020 sebagai momentum bagi kita untuk sadar dan peduli pada sampah. HPSN pertama kali dicetuskan pada tanggal 21 Februari 2006 oleh Kementerian Lingkungan Hidup yang dilatarbelakangi adanya peristiwa yang merenggut lebih dari 100 korban jiwa akibat tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir Leuwigajah Cimahi Jawa Barat tahun 2005, akibat kejadian itu memicu untuk dicanangkannya HPSN yang diperingati setiap tahun.

Sebagai rangkaian kegiatan HPSN 2020 yang dimulai sejak tanggal 21 Februari 2020 Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) bersama dengan pramuka Saka Wana Bakti Lombok Timur, Mitra dan masyarakat mengadakan aksi bersih sampah dan Peduli Lingkungan berupa penanaman bibit pohon di kawasan hutan Pesugulan Desa Bebidas Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur serta aksi bersih ODTWA permandian air panas Sebau dan tepi ruas jalan Sebau-Pusuk yang melintasi Kawasan TNGR dan KPH Rinjani Timur. Dalam aksi bersih sampah tersebut terkumpul sekitar 560 Kg sampah.

Bersamaan dengan momentum ini, pada hari Jumat tanggal 6 Maret di tahun yang sama diadakan aksi Jumat Bersih di kantor Balai TNGR dengan melakukan pembersihan sampah di lingkungan kantor yang melibatkan seluruh pegawai di lingkup kantor Balai TNGR. Dari aksi bersih sampah tersebut diperoleh sampah sebanyak empat tong sampah dan 1 archo (gerobak dorong) penuh sampah yang terdiri dari sampah plastik dan organik, sebagian penanganan sampah yang dikumpulkan dengan cara dibakar khususnya sampah anorganik dan sisanya ditempatkan pada pembuangan sampah khususnya jenis sampah organik. Sampah-sampah ini diambil dari selokan dan lingkungan kantor yang menggangu kebersihan.

Sebagai informasi bahwa TNGR telah menganggarkan dana di tahun 2020 untuk kegiatan clean up bersih sampah pada empat pintu pendakian Gunung Rinjani dan kegiatan cleanup ini sudah berjalan setiap tahun. Bersamaan dengan HPSN ini, BTNGR mengajak untuk kampanye peduli dan kelola sampah serta tidak memberi makan pada satwa liar karena mengganggu pada insting hewan yang akan berakibat terancam eksistensinya di alam liar.

Baca Juga :  Musholla 4 Tahun tidak di Fungsikan, Kades Mekar Sari Apresiasi Perbaikan Oleh Tangan Berbagi

Sebagaimana diketahui, sampah menjadi permasalahan yang mengglobal. Indonesia saja menghasilkan sampah sekitar 67 juta ton pada tahun 2019, agar kita bisa berkontribusi mengurangi sampah bisa dimulai dengan melakukan tindakan kecil dan sederhana seperti menggunakan eco bag yang bisa digunakan sebagai kantong belanja, mengurangi penggunaan kemasan plastik serta membuang sampah pada tempatnya. Bisa dimulai dengan sesuatu yang kecil untuk menghasilkan efek yang besar sebagaimana prinsip think globally, act locally. 

Sumber : Balai TNGR

News Feed