by

Naja, Juara Terpavorit STQ XXVII Tingkat Kota Mataram Tahun 2020

Mataram, BERBAGI News – Muhammad Naja Hudia Afifurrahman atau yang lebih dikenal Naja Hafis Cilik Indonesia terpilih sebagai Juara Terpavorit STQ XXVII Tingkat Kota Mataram Tahun 2020.

Adapun Juara Umum pada STQ XXVI Kota Mataram tahun 2020 sebagai berikut : Juara Umum I : Kecamatan Ampenan (37), Juara Umum II : Kecamatan Sandubaya (29), Juara Umum III : Kecamatan Cakranegara (28), Juara Umum IV: Kecamatan Mataram (18), Juara Umum V: Kecamatan Selaparang (15), Juara Umum VI: Kecamatan Sekarbela (7).

Asisten pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat L. Martawang menutup Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) XXII Tingkat Kota Mataram Tahun 2020, di Aula Utama Lombok Astoria Hotel, Selasa malam (11/08/2020). Hadir pada acara tersebut Ketua LPTQ Kota Mataram TGH. Husnan Ahmadi, Kepala Bagian Kesra Setda Kota Mataram Fathoni Asfriandi, Camat, Tuan Guru, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, serta rombongon kontingen dari masing-masing kecamatan se Kota Mataram.

Dalam sambutan Walikota Mataram yang dibacakan oleh Asisten Pemerintahan Dan Kesejahteraan Rakyat L. Martawatang menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan STQ XXVI Tingkat Kota Mataram yang telah dilaksanakan mulai tanggal 8 Agustus sampai dengan 11 Agustus tahun 2020, meskipun pelaksanaannya dalam suasana terbatas karena harus mengikuti protokol kesehatan Covid-19. Namun tidak mengurangi semangat dalam memajukan Kota Mataram melalui syiar Tilawatil Qur’an.
“Keberhasilan penyelenggaraan event keagamaan ini sekaligus menjadi bukti kesungguhan Pemerintah dalam upaya mencapai visi terwujudnya masyarakat Kota Mataram yang Maju, Religius, dan Berbudaya”. ucap Martawang.

Dampak penyelenggaraan STQ ini bisa menumbuhkan kemajuan pemahaman masyarakat muslim Kota Mataram akan bacaan, terjemahan dan tafsir Al Qur’an, sehingga perwujudan masyarakat madani dan religius dapat tercermin dari setiap pribadi kaum muslimin di Kota Mataram.

Baca Juga :  Figur Teladan Nabi Ibrahim AS, Dalam Ketahanan Keluarga

Lebih lanjut Asisten Pemerintahan Dan Kesejahteraan Rakyat L. Martawatang menjelaskan kegiatan keagamaan seperti ini hendaknya terus dikembangkan mulai dari skala kecil di tingkat lingkungan dengan mengambil momentum perayaan hari besar Islam yang terdapat sepanjang tahun.

Dengan harapan setelah STQ selesai, kegiatan membaca Al Qur’an tidak berkurang bahkan justru meningkat dan berlangsung secara rutin di kehidupan sehari-hari.

Diakhir sambutan Asisten Pemerintahan Dan Kesejahteraan Rakyat L. Martawatang berpesan kepada seluruh peserta STQ dan kafilah yang menjuarai kegiatan ini untuk tidak terlampau larut dalam kemenangan. dan perlu mersiapkan diri sebaik-baiknya untuk kembali berlomba di tingkat Provinsi sampai dengan tingkat nasional. (*)

News Feed