by

Hari Asyura, Tangan Berbagi Indonesia Santuni 75 Anak Yatim di Kota Mataram

Mataram, BERBAGI News – Salah satu hal yang utama di bulan Muharram adalah bersedekah dengan menyantuni anak yatim. Selama hidupnya, Rasulullah SAW senantiasa menyantuni, mengasihi, dan memberikan bantuan kepada anak yatim, sehingga mereka tetap memiliki sosok dan nafkah dari seorang Ayah.

Bertepatan dengan hari Asyura 10 Muharram 1442 Hijriyah yang kebanyakan masyarakat Indonesia menyebut Hari Raya Anak Yatim (Hari Anak Yatim Sedunia), dalam kesempatan ini  Yayasan Tangan Berbagi Indonesia menyantuni 75 Anak Yatim di Mataram. Sabtu (29/08).

Kegiatan diawali dengan do’a dan dzikir bersama di Lokasi Pantai Asuhan “NURUSSALAMAH”, Desa Montong Are, Kecamatan Mandalika, Kota Mataram. Dilanjutakan dengan menyalurkan amanah para donatur dermawan berupa Beras 35 kg, Abon Ikan 60 bungkus, Mie 6 duz, telur 6 trei dan paket  nasi 75 bungkus serta hibah 10 Al-Qur’an.

“kami ucapkan terima kasih banyak atas bantuan ke yayasan kami Nurussalamah, ini sangat membanggakan dan mudah-mudahan Tangan Berbagi Indonesia semakin maju semakin jaya di masyarakat dan mudah-mudahan semakin bisa menjalin silaturahmi ke yayasan kami khususnya,” Ungkap Ustadz Mahdudin, Penanggung Jawab Pondok Nurussalamah.

Kegiatan ini dapat terlaksana tidak luput dari sumbangsih dan keikhlasan para Donatur yang sudah mengamanahkan donasi untuk di salurkan melalui Tangan Berbagi Indonesia bersama dengan Tim Pejuang Berbagi.

“hari ini adalah bertepatan dengan hari Asyura 10 Muharram 1442 Hijriyah. kepada para donatur yang telah menyisihkan sebagian Rizkinya melalui Tangan Berbagi Indonesia kami ucapkan terima kasih banyak atas kepercayaannya semoga para donatur senantiasa diberikan kelapangan Rizki dilipatgandakan rejekinya diberikan ke afiatan, terhindar dari segala bala dan bencana. Aamiin”, ucap Lalu Sahid Ketua Tangan Berbagi yang berkesempatan hadir sore itu.

Baca Juga :  Berbagi Bersama Anak Yatim Piatu Masjid Darussalam Labuapi

Di bulan Muharram, menyantuni anak yatim memang menjadi sebuah keutamaan. Walaupun sebenarnya kita bisa melakukannya kapan saja kita bisa dan memiliki kemampuan. Untuk itu, jangan sampai kita menjadi orang-orang yang malah justru mendzalimi anak yatim dan mengambil harta mereka untuk kepentingan diri sendiri. (red)

News Feed