by

Misteri Foto Ahmad Tretetet

BERBAGI News – Jangankan dapat bersua sosoknya, gambarnya pun tidak mudah diperoleh. Foto Datuk Syeikh TGH Ahmad Tretetet bin TGH Umar Kelayu hanya beberapa saja yang beredar di internet. Hanya ada tiga foto.

Menurut sumber-sumbero, dulu saat belum ada teknologi foto digital, untuk memiliki duplikat foto sang wali ini, sering menemui kendala. Anehnya, beberapa kali dicoba hendak direproduksi, negatif filmnya terbakar! Masalah yang paling parah dalam bidang fotografi teknologi analog, adalah negatif film atau klise yang gagal merekam subyek dan obyek foto. Demikian sensitifnya klise dalam gulungan di kamera. Saat menjepret sama dengan membeli kucing dalam karung. Untung-untungan. Berhasil tidaknya foto diabadikan baru diketahui setelah klise dicuci.

Satu dari tiga foto itu adalah hasil temuan Buyung Sutan Muhlis, editor media online, di tahun 2017. Foto itu diperoleh dari Helmy Hasan, salah seorang sumber kunci penelusuran kisah-kisah tentang Ahmad Tretetet. Telah 30 tahun lebih ia simpan dalam kotak kaleng berwarna hitam. Sayang ia tak menjelaskan dari mana ia memperoleh foto itu.

Buyung meminta foto sang wali yang sedang duduk di kursi, mengenakan sorban, berbaju coklat tua, dan bersarung, sambil memegang rokok dan posisi tangan kanan menunjuk seperti sedang dalam tasyahud atau tahiyat itu. Namun Helmy tidak mengijinkan. Untunglah membawa kamera ponsel yang memiliki resolusi cukup tinggi. Foto seukuran 3R itu berhasil diduplikasi dengan hasil cukup baik. Inilah salah satu foto yang belakangan banyak diunggah di dunia maya.

Sedangkan foto ke dua juga berasal dari sumber yang tak ingin disebutkan namanya. Ia warga Ampenan, Kota Mataram. Sebuah gambar Ahmad Tretetet yang bersorban dan berbaju putih lengan panjang, serta baju dalam kaus warna merah.

Baca Juga :  Tangan Berbagi: Pondok Harni Segera Rampung

Nah, yang ke tiga adalah foto yang paling banyak digunakan sebagai ilustrasi pendukung narasi tentang Ahmad Tretetet di sejumlah media.

Menurut cucu Ahmad Tretetet, Saleh Amin yang akrab dipanggil Abah Saleh, foto itu diperolehnya secara misterius.

Beberapa tahun setelah Tuan Guru Tretetet wafat, Abah Saleh didatangi seseorang. “Dia mengaku dari Bandung. Tampangnya seperti orang Cina. Dia mencari Datoq Ahmad Tretetet. Saya bilang datoq sudah lama meninggal dunia. Tetapi, dia tidak percaya,” tutur Abah Saleh.

Menurutnya, lelaki itu mengatakan, ia selama seminggu bersama Ahmad Tretetet di Bandung. Kedatangannya ke Lombok bertujuan mencari Ahmad Tretetet yang tiba-tiba menghilang.. “Saya bilang itu tidak mungkin datoq. Ia tetap bersikeras membantah saya. Akhirnya saya bertanya, apa bukti yang bisa diceritakan bahwa orang yang ditemaninya selama seminggu itu adalah Tuan Guru Tretetet. Orang itu lalu mengeluarkan selembar potret. Itu potret datok. Akhirnya saya yakin,” ujarnya.

Foto berlatar belakang warna hijau itu lalu diperbesar Abah Saleh, dan dipasang di dinding bangunan makam Ahmad Tretetet di pekuburan Karang Kelok, Mataram. Sang wali dalam pakaian yang sama dengan potret ke dua, bedanya sedang tertawa dengan mimik jenaka.

Kami masih berusaha mendapatkan foto-foto lain sosok sang Waliyullah. Beberapa sumber menyebutkan menyimpan gambar ulama kontroversial yang dilahirkan di Mekah itu. (Buyung Sutan Muhlis).

News Feed