by

Kabid UKM : 2/3 Masyarakat NTB Miskin Mendadak Saat Corona Melanda

Mataram, BERBAGI News – Sejak beberapa Wilayah di Nusa Tenggara Barat (NTB) dinyatakan zona merah Penyebaran Virus Covid-19 dan dengan adanya satu warga Lombok positif dirawat di RSUD Provinsi NTB beberapa bulan yang lalu disinilah awal mula tingkat kesulitan taraf hidup perekonomian di NTB.

Bukan hanya sektor ekonomi saja yang terdampak imbasnya melainkan aktifitas sosial dan keagamaan pun serba dibatasi saat itu, dengan kondisi masyarakat yang cukup memperihatinkan hingga saat ini membuat Kepala Bidang Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Nusa Tenggara Barat angkat bicara. Sabtu (19/09).

“saya berani mengatakan saat wabah virus covid-19 masuk ke wilayah NTB ini sekitar 2/3 Penduduk NTB di bawah garis kemiskinan, kenapa tidak dari sektor pariwisata para pemilik hotel saat ini sangat kesusahan belum memikirkan untuk bayar pajak sementara hotel tidak beroperasi bahkan ada pedagang oleh-oleh banting setir menjadi pedagang sepeda”, Ucap Chalid Tomasoang Bulu, S.IP. Kepala Bidang UKM Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Provinsi NTB.

Saat ini yang sangat terlihat jelas bidang sektor pariwisata seolah mati suri, para pelaku pariwisata melakukan berbagai upaya untuk penormalan kembali agar aktifitas di daerah pariwisata kembali berkembang bukan hanya itu saja, para pekerja baik Aparatur Sipil Negara (ASN) sampai ke karyawan swasta terkena imbas dikarenakan adanya pemotongan gaji atau upah yang diperoleh setiap bulannya.

Belum dari para pengusaha kecil dan menengah (UKM) sangat merasa kesulitan untuk memproduksi kembali produk unggulan karena dimasa pendemi ini disamping keterbatasan modal usaha bahkan untuk menjual saja terasa sangat sulit.

Tidak sedikit UKM terutama yang bergerak dalam usaha menjahit merasa seolah kehilangan pekerjaan, yang biasanya pesanan menjahit baju selalu didapatkan dalam hitungan tiap bulannya lenyap seolah tertelan bumi dan hilang tak bisa teraih, hanya menjahit masker saja yang menjadi andalan untuk mendapatkan penghasilan guna memenuhi kehidupan sehari-hari. Saat itu dibaratkan hanya pesanan masker yang bisa membantu mereka untuk makan karena untuk mendapatkan lebih sangat lah sulit.

Baca Juga :  Masa Pendemi Covid-19, DAMRI Buka Layanan One Days Service

“kemarin diawal pendemi masih bisa kita bernafas dikarenakan masih ada orderan untuk pembuatan masker meski tidak terlalu banyak akan tetapi masih bisa memenuhi kebutuhan sehari hari guna membantu pemerintah untuk tetap berada dirumah dan mencegah penyebaran covid-19, tapi semakin hari sampai saat ini sudah jarang masuk pesanan untuk masker, mau tidak mau haus mencari peluang lain bahkan sampai saya menjadi buruh bangunan”, Ucap Ion salah seorang penjahit yang ditemu wartawan BerbagiNews di tempat usahanya.

Pesanan masker saat ini sangat dinantikan para UKM khususnya yang bergerak di bidang konveksi dan menjahit, selain masker merupakan salah satu APD untuk melindungi diri dari penyebaran virus masker juga mengambil peranan penting dalam menunjang penghasilan mereka. (Red)

News Feed