by

Para Pegiat Sosial antar pulang Adek Naila Penderita Tumor Lidah

Mataram, BEEBAGI News – Sinergikan visi dan misi penanganan sosial kemanusiaan Yayasan Tangan Berbagi Indonesia, Lembaga Amil Zakat (LAZ) DASI NTB dan Yayasan Perlindungan Anak (YPA) bersama sama melakukan penjemputan pasien rujukan yang telah mekakukan perawatan di Rumah Sakit Sanglah Denpasar Bali. Rabu (23/09).

Naila Iva Halwatuzahra yang sapaan akrabnya Naila bayi berusia 3 bulan yang mengidap kanker lidah sejak lahir, beberapa minggu lalu berangkat ke RS Sanglah Denpasar guna melanjutkan perawatan karena penyakit kanker yang diderita tidak kunjung sembuh bahkan semakin hari semakin bertambah membesar.

Anak semata wayang pasangan Samsul Hadi (29) dan Siti Hadijah (21) warga Dusun Danasih, Desa Rarang Batas Rarang Selatan, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur, Selasa 22 September 2020 akhirnya puang kembali ke Lombok.

Dengan rasa ikhlas dan penuh perjuangan kedua orang tua naila mendampingi dari sejak keberangkatan hingga kembali lagi ke Lombok, Bakda subuh sudah mulai bergegas berangkat dari Denpasar menuju Pelabuhan Padangbai.

“diatas  kapal belum bisa berangkat karena ada truk terguling di dalam kapal, hingga jam 10:30 wita baru berangkat , dan sampai jam 15:45 Wita di Pelabuhan Lembar, kami mohon maaf atas keterlambatan dan lama menunggu para penjemput, yang normalnya  tiba di Lombok Jam 11:00 Wita,“ Ucap pihak keluarga Naila.

Sore itu Yayasan Tangan Berbagi Indonesia, LAZ DASI NTB dan Yayasan Perlindungan Anak (YPA) sudah siap dilokasi penjemputan guna mengantarkan pasien penderita kanker lidah ini kembali ke kampung halaman, tidak lupa selalu mengutamakan Protokol Kesehatan.

Suasana haru sangat terasa karena bukan hanya bayi pengidap kanker lidah saja yang turun dari kapal akan tetapi seorang mahasiswi di Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram yang juga merupakan pasien penderita jantung bocor  yang secara bersamaan melakukan perawatan di RS Sanglah, Luki Hariawati (22) merupakan anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Bapak Mustamar (51) dan Mariani (41), ikut serta  Divonis sebagai penderita jantung bocor sejak tahun 2018 lalu.

Baca Juga :  Dilema Warga Lombok, Keluar Rumah Takut Corona atau Diam di Rumah Takut Gempa

Sementara di tempat terpisah Hindra Yuliarta, Direktur Program LAZ DASI NTB menyampaikan “Alhamdulillah… Senang bisa memfasilitasi kebaikan, Terima kasih,“ ucapnya singkat.

Ucapan terima kasih dari pihak keluarga pun terlontar dari Bapak Naila Samsul Hadi, “Terima kasih yang sebesar-besarnya saya dan keluarga kepada Tangan Berbagi Indonesia, Yayasan Peduli Anak dan Dasi NTB yang sudah mengantarkan kepulangan saya beserta anak dan istri ke rumah, saya tidak bisa membalas dengan apa apa hanya ucapan terima kasih dan alhamdulillah,” dengan mata berbinar yang menandakan rasa haru dan syukur atas kepedulian beberapa pihak yang meluangkan waktu dalam penjemputan. (red)

News Feed