by

Kursi Roda, Hadiah untuk Fathir Difabel

-Berbagi-31 views

Lombok Barat, BERBAGI News – Muhammad Fathir Haris (8) berasal dari Dusun Kediri Selatan Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat yang memiliki postur tubuh normal seperti teman sebayanya hanya bisa duduk tergeletak dengan tikar yang telah usang dan ketika kelaparan Fathir hanya bisa menangis sebagai tanda bahwa ia sedang lapar.

Fathir mulai diketahui orang tuanya mempunyai penyakit disabilitas sejak Fathir berusia 3 tahun, untuk berkomunikasi dengan orang lain anak kelahiran kediri 3 Mei 2012 itu menggunakan bahasa isyarat, seperti dengan tertawa manandakan ia sedang bahagia, menangis jika ia sedang bersedih, kesakitan, kelaparan.

Ayah Fathir, Munawir Haris pergi ke negeri jiran Malaysia selama 20 tahun dan berhasil membuat rumah yang lumayan sederhana dengan penghasilan yang ayahnya tabung dan sekarang ayahnya berprofesi sebagai buruh bangunan serabutan.

“Kadang saya sebagai buruh bangunan yang serabutan, kalau ada yang mengajak saya alhamdulillah, kalau tidak ada yang mengajak saya tidak punya pekerjaan lain, akhirnya nganggur”, ucapnya.

Munawir mengaku saat tim Penyuluh Sosial Masyarakat (pansosmas) kediri datang untuk menyurvei keadaan keluarga itu.

Penghasilannya jika menjadi buruh bangunan itu sebesar 50-60 ribu perhari.

“Kalau lagi ada kerjaan bangunan alhamdulillah bisa saya hasilkan 50 sampai 60 ribu perharinya walaupun belum cukup, ya kita cukup-cukupkan saja, alhamdulillah juga kemarin kita dapat bantuan JPS Covid-19 yang sangat membantu keseharian kami,” aku ayah Fathir.

Fathir juga masih memiliki seorang ibu, Mardiana sebagai ibu rumah tangga dan selama ini Mardiana mengaku merawat Fathir dengan sabar dan penuh kasih sayang.

Tadi pagi pada hari Sabtu 3 Oktober 2020 tim Pensosmas kediri memberikan hadiah kepada Fathir sebuah kursi roda dan bingkisan untuk keluarga tersebut. (red)

Baca Juga :  Besok, Jangzulmi Digelar Lewat Jalur Daring

News Feed