by

Menyambut Bulan Maulid Dengan Meningkatkan Amal Sosial

BERBAGI News – BULAN RABI’UL AWAL adalah bulan yang sangat mulia, khususnya bagi ummat Islam dimana saja berada.

Pada tanggal 12 Rabi’ul awal sekitar 15 abad yang lalu, telah lahir seorang pemimpin agung manusia paripurna. Yaitu Nabi Muhammad SAW. Utusan Allah, pembawa cahaya yang menerangi segenap umat manusia di alam semesta.

Di seluruh penjuru negara muslim, kedatangan bulan Rabi’ul awal selalu disambut dengan berbagai ungkapan rasa syukur, penuh bahagia dan gembira, serta introspeksi diri; sejauh mana kehidupan, ajaran dan pesan-pesan Pemimpin Agung telah menyatu dengan realitas hidup manusia sehari- hari.

Tetapi sangat disayangkan, ketika kita merenungi kenyataan yang ada dihadapan kita; banyak peringatan-peringatan maulid selama ini hanya merupakan acara seremonial belaka yang sepi dari makna yang sebenarnya.

Padahal biasanya peringatan tersebut diselenggarakan dengan biaya yang tidak sedikit.

Ada pun ceramah-ceramah yang berkembang hanya berkisar di sekitar ulasan historis tentang kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Riwayat kehidupan Rasul yang dikenal selama ini, tidak menggerakkan hati, dan tidak pula menggerakkan jiwa dan gairah kehidupan.

Padahal bagi setiap muslim kehidupan Rasul bukanlah sekedar bicara tentang sejarah kelahirannya belaka, tetapi lebih dari itu. Yaitu kehidupan Rasul merupakan sumber suri teladan yang harus diikuti dan dilaksanakan dalam kehidupan.

Oleh karena itu, hubungan seorang muslim dengan Rasul harus jauh lebih mendalam daripada sekedar bentuk seremonial.

Hubungan seorang muslim dengan Rasulullah menuntut suatu tekad dan daya upaya untuk mengikuti jejak langkah, pola pikir, gaya hidup, dan sepak terjang Rasulullah serta mengikuti segala anjuran dan ajaran beliau dalam seluruh aspek kehidupan.

Kecintaan kepada Rasul Allah Nabi Muhammad SAW, adalah wajib. Akan tetapi kecintaan seorang muslim kepada Rasul hendaknya benar-benar dibuktikan dengan kesetiaan kepada beliau.

Baca Juga :  Hilangnya Keberkahan Waktu

Maka sudah saatnya bagi ummat Islam untuk meningkatkan bentuk perayaan tersebut pada pengkajian sirah kehidupan Rasul dan menghayati perjuangan beliau dalam aspek kehidupan.

Karena kesetiaan kepada beliau tidak mungkin terlaksana tanpa mengenal dengan baik seluruh aspek kehidupan Rasul SAW serta memahami secara baik dan benar melaksanakan tuntunan ajarannya.

Seperti mengkaji kepribadian Rasul sebagai ahli ekonomi, pengusaha, guru, dokter masyarakat,

negarawan, panglima perang, politisi, hakim yang adil dan lain sebagainya.

Demikian pula, kehidupan keluarga beliau, hubungan dengan sesama tetangga dan masyarakat muslim dan non muslim.

Disamping itu tentang karakter beliau seperti kejujuran, kesederhanaan, kedermawanan, berani, pemaaf, moderat, menepati janji, rasa humor, pengorbanan.

Dan sikap hidup beliau dengan anak-anak, remaja, budak, rakyat jelata, orang tua dan lain sebagainya.

Ini semua sangat jarang kita dengar, dibicarakan dan dikupas dalam ceramah peringatan maulid Nabi besar Muhammad SAW.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang dapat mengambil pelajaran dari perjuangan pahlawan bangsanya.

Dan ummat yang besar adalah ummat yang dapat selalu mengikuti jejak langkah perjuangan Nabi yang membawa ajaran agamanya.

Al-Qur’an menjelaskan :

“Sesungguhnya kepribadian dan kehidupan Rasulullah merupakan suri teladan yang terbaik bagi kamu sekalian.” (Qs.Al-Ahzab : 21)

Selain daripada itu, kehidupan Rasul dapat dicontoh dan direfleksikan oleh setiap suami dalam membina rumah tangga, setiap orang tua dalam mendidik anak-anaknya.

Begitu juga setiap pemimpin dalam mengurus rakyatnya, setiap panglima dalam mengatur pasukannya, setiap pegawai dalam melaksanakan tugasnya, setiap guru dalam mengajar dan mendidik siswanya, dan begitu seterusnya.

Yang terakhir tidak kala pentingnya dalam rangka merayakan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW adalah, dapat juga ditingkatkan dengan mengadakan aksi sosial kemasyarakatan ; seperti meringankan tangan untuk berbagi membantu fakir miskin, janda-janda, jompo, dan anak yatim piatu.

Baca Juga :  6 Tahun, Tukang Cilok Keliling Berjuang Untuk Taraf Hidup Lebih Baik

Juga dapat dilakukan dengan membangun sekolah, rumah sakit, pusat-pusat pelayanan masyarakat, sarana ibadah, perpustakaan, dan lain sebagainya.

Memperingati maulid dengan melaksanakan aksi dan amal sosial ini merupakan langkah positif untuk menghayati kehidupan Rasulullah SAW.

Sehingga ummat Islam dan masyarakat pada umumnya terlepas dari belenggu kemiskinan, ketertinggalan, dan kebodohan.

Peringatan maulid juga dapat dilaksanakan dengan memberi bantuan produktif kepada mereka yang membutuhkan, atau memberikan beasiswa kepada pelajar muslim yang berprestasi.

Semoga melaksanakan peringatan maulid Nabi besar Muhammad SAW, lebih bermakna dan berarti, sehingga ummat Islam merealisir dan melaksanakan risalah Nabi Muhammad SAW.

Nashrum minallahi wa fathun qariib wa basysyiril mukminin.

Wallahu a’lam bish shawab.

Oleh : H. Aswan Nasution

News Feed