by

DPC GPM Mengkritisi Lemahnya Kepengawasan Pemilu dan efektivitas kerja Bawaslu Lombok Tengah

-Opini-177 views

Lombok Tengah, 27 November 2020 Ketua Gerakan Pemuda Marhaenis-GPM menyikapi secara tegas kerja Bawaslu Kabupaten Lombok Tengah. Dia menilai bahwa Bawaslu seakan sengaja membiarkan berbagai pelanggaran pemilu yang terjadi menjelang pilkada 9 Desember akan datang. Hal tersebut berkaitan dengan adanya video dan gambar yang diduga oknum ASN melaksanakan pengobatan sekaligus meminta pasien untuk memilih calon tertentu. Tentu tindakan tersebut menimbulkan kegaduhan diberbagai kalangan masyarakat. Mengingat pentingnya netralitas ASN sebagaimana diamanatkan pasal 12 UU nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, pasal 254 peraturan pemerintah nomer 11 tahun 2017 tentang manajemen PNS, pasal 3 angka 14 dan angka 15 peraturan pemerintah nomer 53 tahun 2010 tentang disiplin pegawai negeri sipil, dan UU pemilu tahun 2020.

Ketua GPM Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Muhammad Ansori prihatin terhadap kerja Bawaslu sebagai penyelenggara pengawasan “kita menyayangkan kerja Bawaslu Lombok Tengah. Mereka kecolongan dalam melaksanakan tugas negara. Tugas mereka memastikan penyelenggaraan pemilu berjalan dengan baik dengan menindak berbagai potensi pelanggan yang terjadi. Ini faktanya bahwa mereka seakan acuh terhadap keterlibatan oknum ASN. Jika ini permainan isu, seharusnya ada tindakan kelapangan untuk mengkaji persoalan, apalagi jika ini benar-benar terjadi. Maka akan fatal kerja Bawaslu. Kita sayangkan mereka harus menunggu laporan padahal mereka tentu mendengar. Fungsi pengawasan tentu tidak boleh prematur,” ujarnya.

Beliau melihat, adanya gelombang protes yang dilakukan oleh oknum calon dan timses tetapi seakan-akan ada pembiaran “kami melihat banyak yang protes tapi diabaikan. Baik dari pasangan calon yang merasa dirugikan, mereka yang mengerti tentang aturan netralitas ASN dan kalangan masyarakat. Jangan sampai menjadi gaduh gara-gara Bawaslu lamban bekerja. Sebagai bagian dari rakyat dan terdidik, ada rasa malu atas kejadian ini. Ini mencoreng pesta demokrasi Lombok tengah,” tambahnya.

Baca Juga :  Peran Mahasiswa di Masa New Normal

Waktu pelaksanaan pemilu yang semakin dekat menjadikan situasi sulit terkontrol dengan baik. Semua calon ingin menggunakan kekuatan penuh untuk membangun kepercayaan rakyat demi kemenangan. Hal tersebut memungkinkan makin masifnya pelanggaran yang akan terjadi. Menjaga marwah pesta demokrasi menjadi tugas semua pihak. Bukan saja Bawaslu. bedanya Bawaslu memiliki tugas khusus untuk memastikan tidak terjadinya persoalan yang mencederai siapapun.

Pemuda yang akrab disapa Ansor juga mengajak para calon mengedepankan nilai-nilai dari demokrasi itu sendiri “kita mengajak para calon mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, keumatan dan kecerdasan dalam memenangkan hati rakyat. Lombok Tengah harus lebih baik kedepannya. Bertarunglah dengan visi-misi dan program yang konkrit serta hindari ketegangan. Semua itu harus dijadikan dasar untuk Lombok Tengah sejahtera, maju, dan manusiawi” tutupnya (*)

Penulis : Sogara

News Feed