by

Jujur dan Adil

-Catatan, Opini-280 views

Penulis : ASWAN NASUTION
Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Al-Jam’iyatul Washliyah Prov. Nusa Tenggara Barat.
Pengurus MUI Nusa Tenggara Barat (Komisi Da’wah)

BERBAGI News – SETIAP pesta Demokrasi dan Pemilihan Umum atau namanya Pilkada di belahan dunia manapun selalu merujuk pada dua pilar utama untuk mengukur kesuksesan pelaksanaannya.

Dua pilar utama ini adalah ‘JUJUR dan ADIL’. Kedua pilar ini menjadi penting karena sangat menentukan legitimasi dan kredibilitas pelaksanaan suatu pesta demokrasi.

Namun jujur dan adil sejatinya merupakan nilai yang universal yang sejatinya dilaksanakan dalam setiap aspek kehidupan, tidak hanya dalam pesta demokrasi belaka.

Dalam bermuamalah, hukum, hidup bermasyarakat, dan bahkan mengelola sebuah negara pun nilai-nilai kejujuran dan keadilan harus menjadi bagian yang tidak dapat terpisahkan.

Pada dasarnya setiap manusia memiliki nurani untuk selalu jujur.

Tetapi, karena keangkuhan, kebodohan, atau egonya, manusia sering menggadaikan kejujuran dirinya.

Coba kita perhatikan dengan seksama firman Allah yang menjelaskan bahwa setiap manusia mengakui Tuhan Yang Maha Pencipta itu adalah Allah, tetapi karena keangkuhan manusia tidak mau beribadah kepada Allah SWT.

Firman-Nya, “Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka, siapakah yang menciptakan langit dan bumi? Niscaya mereka menjawab, “Allah.” Katakanlah, Maka terangkanlah kepadaku tentang apa yang seru selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemudharatan, apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemadharatan itu, atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat menahan rahmat-Nya? Katakanlah, “Cukuplah Allah bagiku.” Kepada-Nyalah bertawakal orang-orang yang berserah diri.”
(QS. Azzumar : 38).

Demikian pula dengan adil. Allah menjelaskan bahwa berbuat adil adalah lebih dekat dengan takwa. Allah berfirman. “Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil.

Baca Juga :  Narkoba Dan Suramnya Wajah Generasi Penerus

Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorongmu untuk tidak berlaku adil.

Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Maidah : 8)

Semoga kita selalu menerapkan prinsip-prinsip yang jujur dan adil dalam segala aspek kehidupan, sehingga kita bisa menjadi orang dan bangsa yang bermartabat.

Dengan harapan kita semua sebagai bangsa yang terhormat, kita dapat menjaga ketertiban, keamanan dan kedamaian dalam pelaksanaan PILKADA serentak pada tanggal 09 Desember 2020.

Sehingga dapat menghasilkan para pemimpin kita di masa depan yang lebih baik, pemimpin yang mampu membawa kita ke jalan Takwa kepada Allah SWT. Insya Allah.

Nashrum minallahi wa fathun qariib wa basysyiril mu’minin.

Wallahu a’lam bish shawab.

News Feed