by

Dialog Publik, PKC PMII Bali Nusra : Antisipasi Kerawanan Konflik Menjelang Tahun Baru

-Berita, Daerah-70 views

Mataram, BERBAGI News – Menjelang akhir tahun PKC PMII Bali-Nusra menggelar Diskusi Publik mengusung tema “Kewaspadaan dan Antisipasi Kerawanan Konflik Bernuansa Sara Jelang Perayaan Natal dan Tahun Baru 2020 di Provinsi NTB”, bertempat di D’lima Cafe Mataram. Selasa (22/12).

Hadir dalam agenda tersebut sebagai narasumber, Wakil Dir Binmas Polda NTB, Zamroni, Ketua Lakpesdan PW NU NTB, Muhammad Jayadi, dan PLT Kesbangpol NTB, Subhan Hasan, S.Sos.

Dalam sambutannya, Aziz Muslim selaku ketua PKC PMII Bali-Nusra mengatakan, bahwa soal isu sara yang harus diantisipasi bersama, apalagi menjelang tahun baru dan natal 2020.

“Momentum tahun baru dan natal ini menjadi rawan konflik isu sara dengan opini building yang mengujani masyarakat, yang kemudian kita mesti antisipasi bersama dengan cara berdamai dengan menjunjung tinggi perbedaan. Kita harus saling menghargai,” ungkapnya.

Ia juga menghimbau agar pemuda harus bisa membangun opini bulding yang positif dan mengkampanyekan perdamaian di daerah NTB, agar tidak ada konfik berbau sara.

“Tidak ada lagi konflik yang bernuansa isu sara karena kita sudah final soal perbedaan dan saling menerima satu sama lain dari manapun suku, ras, budaya dan agama kita,” pungkasnya.

Sebagai pembicara pertama Wakil Dir Binmas Polda NTB, Zamroni, mengajak agar terus bersinergi, optimis bersama dengan pemuda, pemerintah dan semua elemen masyarakat guna mengantisipasi konflik yang kapanpun bisa terjadi.

“Berbicara soal mengantisipasi konflik isu sara, maka yang harus kita lakukan adalah pertama reflekasi perjuangan bangsa, sumpah pemuda, dan mengingat bagaimana pendahulu kita menyatukan visi dalam membangun bangsa dan negara kita ini. Negara kita dibangun dengan susah payah maka, tugas kita harus kita jaga dan merawat keharmonisan,” tuturnya.

Baca Juga :  Walikota Mataram Ikuti Vidcon bersama KPK RI

“Kita harus bersyukur bagimana para pejuang bangsa kita telah merekat bangsa kita, maka tugas kita sebagai pemuda harus memiliki 4 prinsip yakni; islam dan negara, islam dan budaya, islam dan Kebhinekaan, islam dan toleransi,” tambahnya.

Ketua Lakpesdam PW NU NTB, Muhammad Jayadi sebagai pembicara ke dua mengingatkan, bahwa yang penting harus dilakukan kedepan adalah memperbanyak ruang dialog yang lebih manusiawi dan humanis.

“kader PMII bisa terfasilitasi dimana titik-titik daerah yang dapat dijadikan ruang dialog yang setara dan semartabat serta berkeadilan,” harapnya.

Jayadi juga mengingatkan agar memperbanyak kegiatan kebudayaan, penetrasi hoax dan berita bohong, karena sangat berbahaya dalam memicu terjadinya konflik.

Sebagai pemateri terakhir, PLT Kesbangpol NTB, Subhan Hasan, S.Sos, menyampaikan soal radikalisme, kita ini selalu berbicara soal nasioanalisme, maka yakin teman teman OKP ini sudah final soal Pancasila.

“Disetiap momentum selalu rawan radikalisme, karena Indonesia ini adalah strategis, faham-faham radikalisme ini bukan hanya datang dari luar, tapi juga sudah ada dari dalam,” ungkapnya.

“Daerah yang paling rawan konflik adalah di wilayah kota bima dan dompu, kemudian di Lombok Timur, itu menjadi pilot project BNPT maka NTB kita rawan radikalisme yang dimana itu sejalan dengan narkoba. Oleh sebab itu, peranan OKP sangat penting untuk menjadi garda terdepan dalam mengantisipasi dan membantu pemerintah,” tambah Subhan.

Subhan Hasan mengakhiri statemennya dengan menyampikan kabar baik tentang menjaga keamanan pada malam natal dan tahun baru, dengan cara menelusuri elemen setiap agama juga sudah bersiap untuk sama-sama mengamankan perayaan tahun baru dan natal 2020. (hrs/bbn)

News Feed