by

Dinamika Kontestasi Pilkada Sumbawa

-Opini-132 views

Oleh : Lisa Mediana
Mahasiswa Semester 3 Fakultas Hukum Universitas Samawa

BERBAGI News – Dari pertama star, pilkada Sumbawa menjadi pilkada paling seru di 7 pilkada kabupaten/kota di NTB, bahkan dijuluki pilkada bintang lima. Karena dari semua paslon dan para jurkamnya dan atasnya efek dari tokoh-tokoh senior yang mendukung paslon adalah semuanya yang rata-rata adalah politisi ulungan dan birokrat senior, momentum pilkada serentak ini bukan hanya menguji sistem demokrasi politik dan pemilu kita, tetapi juga tentang kualitas demokrasi dari pemimpin yang akan dihasilkan, serta kesadaran rakyat dalam mengawal proses pemilihan kepala daerah.

Dalam pemilihan kepala daerah di Sumbawa terdapat 5 calon kandidat yang akan menjadi bupati Sumbawa. Nah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumbawa telah menetapkan nama paslon beserta nomor urutnya masing-masing mulai dari nomor urut 1 bapak HM. Husni Djibril B. SC beserta wakilnya DR.H. IKhsan M.Pd dengan jargon “Sumbawa hebat dan bermartabat yang lebih maju” dengan Visinya yaitu terwujudnya Sumbawa yang berdaya saing, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan semangat gotong royong dalam tatanan norma baru, sedangkan misinya yaitu peningktan kualitas manusia Sumbawa dan adaptasi tatanan norma struktur ekonomi yang produktif dan berdaya saing, pembangunan yang merata dan berkeadilan.

Sedangkan yang menduduki urut 2 yaitu Nurdin Rangga Barani SH. MH. dengan jargon “Barema Jatuh Samawa”. Adapun visi misinya yaitu mewujudkan iklim investasi yang sehat dan kondusif di kabupaten Sumbawa melalui penyederhanaan birokrasi dan memfasilitasi lagi terbukanya lapangan pekerjaan baru, serta kesempatan berusaha yang seluas luasnya dan memfasilitasi serta membebaskan biaya pengurusan dan penelitian perizinan bagi UMKM, bidang pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan, perikanan dan kelautan (sumber daya laut, dan pesisir, dan pulau pulau kecil), serta pengelolaan lingkungan hidup dan sumber daya alam.

Kemudian paslon no urut 3. Yaitu Ir. Talifuddin M. Si bersama Sudirman S. Pd dengan jargon “Sumbawa Bersinar“. Serta visi paslon nomor urut 3 yaitu meningkatkan kualitas iman dan karakter, mental spiritual berpikir cerdas inovatif, upaya sungguh sungguh untuk memulihkan tau samawa, serta misinya mewujudkan masyarakat religius dan harmonis, mewujudkan ekonomi desa yang tangguh dan mandiri, mewujudkan masyarakat sehat, cerdas dan inovatif, mewujudkan lingkungan bersih dan asri, infrastruktur mantap dan keadilan. Paslon ini lebih menonjolkan diri pada bidang pertanian.

Baca Juga :  Darurat Covid-19, Melahirkan Diktator atau Negarawan

Sedangkan Paslon nomor urut 4 yaitu Drs. H. Mahmud Abdullah – Dewi Noviani M. Pd (Mo-Novi) dengan jargon “Sumbawa Gemilang” deangan Visi Misinya menciptakan birokrasi pemerintahan yang bersih (anti korupsi) cepat dan bermutu, memberikan kepastian serta pelayanan yang cepat dan efisien, meningkatkan pengawasan dan penataan sistem manajemen SDM. Membangun SDM yang berkompeten dan berintegritas serta masih banyak lagi visi misi no urut 4.

Terakhir Paslon nomor urut 5 yaitu pasangan Ir. H. Syarifuddin Jarot M. Pd – Ir. H. Mukhlis M. Si dengan jargon “Sumbawa Maju” serta visi misinya yaitu mewujudkan kemajuan ekonomi wilayah berbasis agroindustry dan pariwisata yang berdaya saing, serta pengolahan SDA dan lingkungan hidup secara berkelanjutan, pelayanan publik dan penyelenggaraan government, mewujudkan pelayanan pendidikan dan kesehatan yang terjangkau yang berkualitas serta mewujudkan perlindungan dan pemberdayaan bagi kelompok masyarakat miskin.

Terkait kelima paslon Bupati Sumbawa tadi tentu tidak terlepas dari siapa yang mencalonkan ataupun mengusungnya, nah pada pemilihan bupati Sumbawa tahun ini 4 diantara melalui jalur partai poliltik dan 1 pasangan melalui jalur independen yaitu paslon nomor urut 1 Husni-Ikhsan melalui partai PDIP, PAN urut 2 Nursalam melalui partai politik Gelora, PPP, sedangkan nomor urut 3 Talifuddin-Sudirman melalui jalur independen, kemudian paslon nomor urut 4 melalui partai PKS, pasangan nomor urut 5 melalui partai Gerindra. Dari semua paslon dan para jurkamnya dan atas efek dari tokoh senior yang rata rata adalah politisi ulung dan birokrat senior yang sudah berkiprah rata rata puluhan tahun, bahkan tokoh nasional asal Sumbawa yang makan asam garam perpolitikan nasional tak mau ketinggalan, turun gunung untuk mendukung dan menjagokan paslon yang dianggap berpeluang memenangkan Pilkada ini.

Dalam Pilkada tentu tidak akan pernah lepas dari namanya perang parpol terutama dalam pemilihan serentak tahun 2020 di tengah pandemi yaitu yang pertama serentak 2020 adalah ajang pembuktian seberapa jauh kekuatan masing masing partai pendukung di wilayahnya, hal ini sangat penting mengingat mesin partai politik akan memberikan dampak besar dalam menarik dukungan dari masyarakat selain itu kepengurusan partai politik yang pada umumnya hingga tingkat ranting yang berbasis kecamatan, jika mesin partai politik efektif tentu akan semakin memudahkan tim pemenangan calon kepala daerah.

Baca Juga :  Selfie Bencana : Kutukan Moral Sosial

Kedua adanya aturan pembatasan kampanye tatap muka serta larangan kampanye akbar yang dapat menyulitkan calon kepala daerah dalam menyampaikan berbagai program kepada masyarakat, kinerja tim pemenangan tentu akan lebih sulit dikarenakan jangkauannya yang sangat luas sehingga mau tidak mau harus ada solusi, salah satu caranya yang paling tepat adalah door to door, agar masyarakat bisa mengenal seberapa jauh calon pemimpin daerahnya serta program yang akan dibawa dalam memajukan daerah bila menang nanti.

Ketiga koalisi partai politik tidak hanya mempengaruhi secara kekuatan politik, akan tetapi pilkada tahun ini justru akan sangatlah menentukan, karena ini bisa dikatakan pilkada tersulit dengan segala aturan yang membatasinya, untuk itu kunci kemenangan adalah bagaimana mensinergikan antara peran mesin parpor dengan tim pemenangan, jika mampu membagi peran dengan baik maka dipastikan bisa mencapai tujuan.

Masyarakat mempunyai peran yang sangat besar dalam menentukan kesuksesan pilkada, bersama dengan bawaslu provinsi dan kabupaten atau kota, masyarakat berada di barisan paling depan dalam mengawasi proses pilkada, asas dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat, harus mendorong semangat untuk terlibat dalam pengawsan artinya tidak hanya partai poltik saja yang memiliki peran dalam mensukseskan pilkada tetapi masyarakat tidak kalah jauh penting perannya dalam mengawasi pilkada.

Sebelumnya afifuddin mengatakan sudah bukan saatnya lagi menetapkan masyarakat sebagai objek demokrasi, selayaknya masyarakat harus menjadi subjek (pelaku) demokrasi. “masyarakat bukan lagi sebagai objek yang perlu diawasi, namun masyarakat ikut menjaga pelaksanaan demokrasi, masyarkat ikut berpartisipasi dengan mengawasi pelaksanaan pemilu dan pilkada” katanya.

Dalam rangka menghasilkan pemimpin yang sesuai dengan kehendak rakyat pilkada adalah proses memilih calon kepala daerah yang dihasilkan tentunya oleh rakyat masyarakat sebagai pemilih, masyarakat harus memastikan pemimpinnya menggunakan cara cara yang bersih dan jujur dalam meraih kemenangan, kalau ada calon kepala daerah yang melakukan pelanggaran dan kecurangana misalnya politik uang masyarakat harus berani menolaknya dan memberikan hukuman dengan tidak memilihnya tidak hanya politik uang saja tetapi seperti pemalsuan data dan daftar pemilih, kampanye tempat ibadah, pendidikan, gedung pemerintahan serta masih banyak lagi yang dimuat dalam undang-undang pilkada.

Baca Juga :  Divisi Pengabdian Masyarakat Himasos Unram Mengasah Kepekaan Sosial

Disinilah peran masyarakat dapat menyampaikan laporan dugaan pelanggaran kepada pengawas pemilu di wilayah setempat sementara didaerah Sumbawa sendiri politik uang masih berjalan akan tetapi peran masyarakat Sumbawa sudah mulai hadir dilihat dari beberapa laporan serta tidak memilih paslon tersebut.
Pilkada telah usai dan semua telah berjalan sebagaimana semestinya walaupun mungkin ada kekurangan namun Alhamdulillah semua bisa teratasi oleh penyelenggara.

Dinamika kontestasi politik di Sumbawa memang penuh warna, mungkin yang paling menarik di Indonesia kalkulasi suaranya yang selisihnya sangat tipis dari paslon nomor urut 4 Mo-Novi dengan pasangan calon nomor urut 5 yaitu Jarot-Mukhlis, baik berdasarkan hasil perhitungan di website KPU maupun rapat pleno oleh KPU kabupaten Sumbawa, nah tepat pada tanggal 17 Desember 2020 KPU melaksanakan rapat pleno dan menetapkan paslon nomor urut 4 sebagai bupati Sumbawa yang baru berdasarkan selisih 882 suara untuk keunggulan paslon nomor urut 4 yang diikuti oleh nomor 5 dengan poling suara 65,801, selanjutnya paslon nomor 3 yaitu 51.169 suara dan nomor urut 1 dengan perolehan suara 43.938 sedangkan paslon no urut 2 dengan 41.275 suara, tentu saja hal ini membuktikan paslon nomor urut 4 yang menang dan KPU telah menetapkannya melalui rapat pleno, akan tetapi sejauh ini muncul desas desus bahwasannya nomor urut 5 menolak dan keberatan terkait kemenangan paslon nomor urut 4 dengan isu tuntutan yang beredar politik uang dan suap kambing, hal tersebut dibawa Jarot ke Bawaslu, tidak mau kalah paslon nomor urut 4 juga melakukan perlawanan dengan dugaan politik inilah Pilkada Sumbawa saat ini, terlepas dari benar atau salahnya.

Siapapun yang menjadi bupati nantinya kita tunggu saja pelantikannya di bulan Februari. Semoga pemimpin kita hari ini bisa mewujudkan harapan masyarakat Sumbawa sehingga kedepannya harus bersinar dan harus bisa bangkit, Sumbawa harus tetap bersinar dan Sumbawa harus maju untuk emun desa darat kita tau ke tana samawa samawa. (Lisa Mediana).

News Feed