by

Infaq, Deposito di Akhirat

-Agama-512 views
Oleh : H. Aswan Nasution 

ORANG yang beriman dengan adanya hari akhirat, ia akan menyadari sepenuhnya bahwa kekayaan mereka bukanlah miliknya sendiri yang dapat diperlakukan semaunya.

Tetapi ia menyadari bahwa di dalam kekayaan itu terdapat hak-hak orang lain yang membutuhkan.

Hak itu bukan merupakan hadiah atau sumbangan karena rasa kemanusiaan atau kemurahan hati belaka.

Tetapi harus berdasarkan pada kewajiban untuk menunaikan hak kaum dhuafa tersebut.

Dalam surat Al-Maarif, Allah menggambarkan siapakah orang yang beriman:

“Sesungguhnya manusia diciptakan penuh kegelisahan. Bila mereka ditimpa kesusahan, mereka berkeluh kesah, tetapi bila mereka mendapat keberuntungan, mereka berubah bersifat kikir dan bakhil.

Itu bukanlah sifat orang yang setia menjalankan shalat dan orang yang menyadari bahwa dalam harta kekayaan bagi orang yang tidak berkecukupan”.
(QS.Al-Maarif : 19-25).

Selama ini kita telah menikmati, nikmat dari Allah SWT, yang tak dapat terhitung, maka sudah sepantasnya nikmat tersebut kita syukuri dengan infaq dan sedekah.

Kita juga tidak dapat menjamin bahwa harta kekayaan yang kita dapat itu bersih dari hal-hal yang makruh dan syubhat.

Kita juga yakin bahwa didalam rezeki atau kekayaan kita terdapat hak orang lain, maka tunaikanlah hak tersebut sebaik mungkin.

Apalah artinya kaya di dunia yang sementara ini, jika nanti dalam kehidupan yang lebih lama, kita merana dan sengsara dalam kemiskinan.

Lebih baik kekayaan yang ada sekarang ini, kita depositokan dan menjadi aset dan tabungan kekayaan kita bagi kehidupan yang lebih abadi di akhirat nanti.

Mari segera kita berbagi, berinfaq, sedekah, zakat dan berwakaf serta amal sosial lainya.

Kalau tidak sekarang, kapan lagi…? lebih cepat lebih utama.
Fastabiqul Kahairat…!

Baca Juga :  Berburu Lailatul Qadar, Malam Seribu Bulan

Wallahu a’lam bishshawab.

News Feed