by

Khadijah Istri Rasulullah SAW, Sebagai Istri Teladan

-Religi-94 views

Penulis : H. ASWAN NASUTION

KHADIJAH binti Khuwailid menenangkan kegelisahan suaminya, Muhammad SAW, manakala menerima wahyu pertama di gua Hira’.

Saat itu, Muhammad mengalami ketakutan karena didekap oleh Malaikat Jibril dan disuruh membaca, padahal beliau tidak dapat membaca.

Muhammad pulang dengan membawa ketakutan seraya meminta Khadijah untuk menyelimutinya.

Khadijah menghibur suaminya tercinta seraya berkata, “Sekali-kali, Demi Allah. Allah tidak akan menghinakan engkau selamanya.

Sesungguhnya engkau selalu menyambung hubungan keluarga, engkau memikul beban tanggungan orang lain, engkau mengusahakan kerja bagi para penganggur, engkau memuliakan tamu, dan engkau juga mengerjakan berbagai kebaikan.” (Shahih Bukhari).

Muhammad SAW adalah lelaki terbaik sepanjang zaman dan manusia yang paling bertakwa kepada Allah SWT.

Walau demikian, beliau adalah manusia biasa yang mungkin saja mengalami ketakutan.

Pada saat itulah, peran seorang istri shalihah sangat diperlukan di dalam menstabilkan keguncangan psikis yang dialami sang suami.

Khadijah adalah istri teladan. Dia adalah wanita yang menafkahkan dirinya dan hartanya untuk perjuangan Islam.

Dia senantiasa setia menemani suaminya dalam segala keadaan, bahkan dalam kondisi tersulit sekalipun.

Pantaslah bila Nabi SAW merasa sangat kehilangan ketika Khadijah wafat, dan beliau terus mengenang istrinya itu sepanjang hayat.

Khadijah adalah gambaran keteladanan seorang istri, ia mendampingi dalam usaha untuk meraih surga, dan mereka berdua berhasil meraihnya.

Khadijah mendorong suaminya untuk bangkit berdakwah, manakala sang suami mengalami “trauma psikologis” saat menerima wahyu pertama.

Allah menghargai peran serta Khadijah di dalam perjuangan Islam. Sebuah rumah di surga telah disediakan untuk Khadijah.

Sebagaimana termaktub dalam sebuah hadits, “Nabi SAW memberi khabar gembira kepada Khadijah berupa rumah yang terbuat dari permata, tiada suara bising di sana, dan tiada pula keletihan.” (Shahih Al-Bukhari).

Baca Juga :  Membahagiakan Anak Yatim di Akhir Tahun

Terkait dengan hal peran Khadijah Istri Rasulullah SAW sebagai Istri teladan, bagi istri-istri terkini.

Para istri, mari kita berkaca lagi. Sudahkah Khadijah ada dalam diri dan jiwa kita? Sudahkah kita menjadi Khadijah bagi suami kita?

Ataukah kita masih menjadi istri yang berdiri di samping suami, tapi tidak mampu menenangkan kegelisahan suami dan justru menjadi penyebab kegelisahan suami?
Semoga tidak….Aamiin.

Wallahu a’lam bish shawab.

News Feed