by

Akhirat Kampung Yang Abadi

-Religi-91 views

Oleh: Aswan Nasution

Sekaya-kayanya hidup di dunia, ia akan meninggalkan kekayaannya.

Semiskin-miskin orang di dunia, ia juga akan meninggalkan kemiskinannya.

Keduanya berakhir sama, akan menuju liang lahat.

Itulah pintu dan lorong perjalanan panjang berikutnya yang ujungnya hanya ada dua pilihan, ke surga atau neraka.

Akhirat inilah kampung kembali kita yang abadi.

Hasan Al-Basri, Qatadah, Mujahid, dan Ibn Zaid Rahimahullah menafsirkan kehidupan yang baik dengan “kehidupan yang baik di akhirat berupa surga”.

Bahwa iman dan amal shaleh akan membawa seseorang pada surga.

“Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik,

bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya.

Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan yang serupa dan untuk mereka

di dalamnya ada istri-istri yang suci dan mereka kekal di dalamnya.”
(Al-Baqarah : 25).

Bersedih atas perbuatan buruk, merupakan sinyal dan peringatan dini agar kita tidak terjerumus dalam kesedihan abadi.

Bergembira atas kebaikan merupakan sinyal dari nurani bahwa kita akan mendapatkan kegembiraan yang abadi.

Kuatkan fitrah jiwa ini dengan iman agar bisa beramal shaleh menuju ridha-Nya.

Semoga perjalanan hidup kita diberikan pertolongan oleh Allah SWT menuju surga-Nya. Aamiin.

Walalhu a’lam bish shawab.

Baca Juga :  Muhasabah dan Munajat di Tahun Baru

News Feed