by

Bayi 1,5 Tahun Boleh Rawat Inap Setelah Bebas Covid

-Catatan-221 views

Surabaya, BERBAGI News – Cerita tentang cucu ini dituliskan oleh kakeknya: wartawan senior di Surabaya: H Nasaruddin Ismail dalam gaya bertutur.

Inilah kisahnya :

Setelah dinyatakan bebas (negatif) dari Covid-19, akhirnya Muhammad Kenan, cucuku, baru dibolehkan rawat inap di rumah sakit.

Sebelumnya, bocah yang usianya belum genap 1,5 tahun ini, tidur lemas di kamarnya.

Statusnya pun sedang isolasi mandiri bersama kedua orang tuanya.

Kasihan. Tapi, itulah prosedur yang harus dilakukan di kala pandemi Covid seperti sekarang ini.

Bila biasanya cucuku yang lahir prematur dengan berat badan 1,3 kg ini selalu ditimang sang nenek dan kakek, tapi kali ini tidak boleh didekati.

Itulah kenyataan yang harus dihadapi.

Padahal, bila dia sakit, selalu minta disayangi. Tapi sekarang, justru harus dijauhi.

Berkali-kali ia memanggil papa. “Papa … papa,” panggilnya, sembari menangis.

Kenan biasanya menyapaku dengan papa. Meniru kebiasaan kedua orang tuanya. Juga baru dua kata itu, yang bisa ia sebutkan secara jelas.

Betul-betul memprihatinkan, dan menyentuh kalbu. Tapi, apa hendak dikata.

Usiaku yang hampir kepala tujuh, membuatku super ketat dengan protokol kesehatan. Begitu juga neneknya.

Kondisi fisiknya kian lemas. Muntah, diare, panas, selalu menghantui setiap saat.

Cucuku radang paru-paru, kondisinya rawan karena lahir prematur.

Bahkan setiap diberi obat dan susu pun, selalu dimuntahkan kembali. Kami pun, tetap membatasi diri untuk tidak dekat dengannya. Termasuk pembantu. Karena kami tidak ingin keluarga yang lain terpapar Covid. Di Surabaya, sudah merenggut nyawa 1.295 orang, termasuk dokter.

Saya sebagai kakek, hanya bisa meneteskan air mata melihat cucu yang memanggil – manggil namaku itu.

Meski minta disayang dan digendong, saya tidak berani mendekatinya.

Baca Juga :  Berguru Pada Rakyat; Kenangan dari Sosok Drs. H. Lalu Mudjitahid

“Sabar sayang,” itulah kata-kata yang biasa saya ucapkan.

Melihat penolakan digendong, cucuku pun kian meronta dan menangis. “Astaghfirullah,” ucapku sambil mengusap air mata.

Maklum, Kenan yang lahir baru 6,5 bulan dalam kandungan ibunya ini selalu saya gendong. Serta saya ajak bercengkerama setiap hari.

Dialah sebagai hiburan sebelum ke kantor. Dia pulalah sebagai hiburan sebelum tidur. Dia pulalah yang menghiburku di kala tua seperti sekarang.

Cucu memang segala-galanya. Dan tiada duanya. Meski dengan anak sekalipun. Apa yang cucu inginkan, selalu kuturuti. Tapi, kali ini harus tega menolaknya.

Sekarang dia berbaring di ruang rawat inap sebuah rumah sakit swasta di Surabaya. Setelah tadi pagi dinyatakan bebas dari Covid.

Saat ini, hanya kedua orang tuanya lah yang menungguinya.

Itu pun setelah dinyatakan bebas Covid, hasil tes rapid antigen di laboratorium.

Semoga lekas sembuh, sayang. Agar bisa bercengkerama kembali denganku.

Aamiin. (*) 

Penulis: M. Nasaruddin Ismail, Wartawan Senior di Surabaya.

News Feed