by

Pelantikan Kader IPNU Lombok Utara

Lombok Utara, BERBAGI News – Sekretaris Daerah Lombok Utara Drs. H. Raden Nurjati berharap Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) berperan aktif dalam pembangunan bangsa. Kader IPNU harus terus melakukan transformasi dengan menjaga nilai tradisi lama yang baik dan mengambil nilai baru yang lebih baik.

“Maka itu saya tambahkan satu paradigma lagi yaitu al-ishlah ilaa maa huwal ashlah, tsummal ashlah fal ashlah. Melakukan upaya perubahan dan perbaikan kepada yang lebih baik dan secara terus menerus lebih baik untuk melakukan inovasi secara berkelanjutan,” ujar Ketua IPNU-IPPNU KLU yakni Pauzan Basri saat memberikan sambutan secara jelas kepada kader IPNU- IPPNU KLU.

Untuk diketahui Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama IPNU Lombok Utara menyelenggarakan Pelantikan dan Rekcab pada Sabtu sampai Ahad (04/04/21) di Aula Kantor Bupati Lombok Utara. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan Pimpinan Wilayah IPNU dari seluruh ketua Kader IPNU-PBNU Sepulau Lombok.

Ketua IPNU KLU terpilih masa jabatan 2020 -2022 yakni Rendy Hartono melanjutkan bahwa hal tersebut menjadi tugas NU, khususnya IPNU, untuk memajukan bangsa di semua sektor. Salah satunya adalah sektor pendidikan karena menjadi salah satu prioritas pembangunan.

“Pendidikan juga merupakan amanat konstitusi yakni mencerdaskan kehidupan anak bangsa. Inilah amanah yang harus kita wujudkan dan perjuangkan, karena pendidikan hakikatnya adalah investasi jangka panjang dan menjadi kunci kemajuan peradaban bangsa,” katanya.

Senada dengan Ucapan Ustadz Ahsani Rahman, S.Pd.I salah satu senior dan pengurus besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan sebagai ketua RMI juga mengingatkan seluruh kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) untuk senantiasa dinamis dan progresif menghadapi tantangan zaman. Terlebih kader-kader IPNU merupakan pelanjut organisasi NU di masa yang akan datang.

Baca Juga :  Wakil Bupati Gianyar, Tertarik Terapkan Program KIM Kota Mataram

“IPNU yang memegang estafet menerima amanah keberlangsungan NU di masa depan sesuai dengan kebutuhan zaman,” katanya.

Kader IPNU harus progresif dalam mewujudkan peradaban dan kebudayaan yang lebih kuat. Tidak saja adaptif dengan temuan baru, tetapi membuat temuan baru tersebut. “Kitalah yang menemukan temuan-temuan baru. Minimal dari luar, kita mampu adaptasi,”

Hal tersebut merupakan bagian dari amanat ijtihadiyah, amanat yang mendorong dan mengharuskan kita cerdas, dinamis, progresif, dan tidak boleh berhenti. “Harus selalu mempunyai gagasan baru. Itu namanya ijtihadiyah. Dari sinilah, kita mampu membangun,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia kembali menegaskan bahwa generasi IPNU harus dinamis dan progresif terkait zaman. Hal itu bisa dilakukan dengan membangun jejaring lintas budaya, agama, dan negara. Lalu, yang tak boleh ketinggalan adalah profesionalisme dan akuntabilitas.

“Semua pimpinan IPNU harus punya semangat tanggung jawab atas keberlangsungannya IPNU di Kabupaten Lombok Utara secara khusus dan lebih-lebih kader IPNU NTB,” tegasnya.

Sementara itu, tambahan dari Sekretaris IPNU KLU salah seseorang Perwakilan dalam sambutannya menegaskan bahwa soliditas kultural bangsa Indonesia, khususnya Nahdlatul Ulama merupakan kekuatan penting untuk kemajuan zaman.

Sebagai informasi, kegiatan ini juga dilakukan dengan protokol kesehatan kepada para peserta dari berbagai kader IPNU dilakukan oleh Lembaga Kesehatan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LK PBNU) saat registrasi. Para peserta juga mengenakan masker dan menjaga jarak saat berlangsungnya acara. Panitia juga menyediakan cairan pembersih tangan dan perlengkapan protokol kesehatan yang ketat lainnya. (johairi)

News Feed