by

NTB Gemilang; Antara Gelap dan Benderang, Refleksi Hari Buruh Internasional dan Hardiknas 2021

-Opini-142 views

Oleh : Rafial Nazir
Ketua Cabang PMII Kota Mataram
Sabtu, 01 Mei 2021

Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah salah satu daerah yang sangat indah di Indonesia, dengan beragamnya masyarakat didalamnya membuat daerah ini menjadi miniature keragaman yang rukun. Telah 62 tahun lebih berdiri dan menjadi tempat berbijak putra daerah dalam menyongsong kemajuan negeri, telah sangat banyak melahirkan anak muda dan pemimpin yang baik di daerah ini yang mengharumkan Indonesia di mata Dunia dan kini Provinsi NTB sudah 8 kali berganti Pemimpin yang tentu dengan prestasi luarbiasa dalam memajukan daerah ini juga mewariskan perjuangan bagi para pemudanya agar terus menjaganya.

Hari ini Provinsi Nusa Tenggara Barat di nahkodai oleh yang terhormat Bapak Dr. H. Zulkieflimansyah bapak beribu prestasi putra terbaik NTB yang akrab disapa Pak Zul dan didampingi oleh putri terbaik NTB, yang terhormat Ibunda kita tercinta Dr. H. Siti Rohmi Djalilah yang akrab disapa buk Rohmi. Mereka adalah pasangan yang baik dalam memimpin daerah pecahan dari Sunda kecil ini, bergandengan tangan dan terus beriringan dalam memajukan daerah yang sama-sama kita cintai ini dalam melalui NTB Gemilang yang menjadi tagline kepemimpinan Zul-Rohmi untuk membangun daerah ini.

Memasuki tahun ke 3 ini NTB Gemilang memang sudah banyak yang teruwujud dan kemajuannya nampak kita lihat dan rasakan bersama di beberapa sector, namun melihat dari perspective yang berbeda juga masih sangat banyak yang harus dibenahi secara khsusus, kita memang menyadari bahwa dengan adanya Pandemi Covid-19 ini semuanya menjadi berantakan, tak terkecuali NTB Gemilang antara harapan dan kenyataan. Bagiamana tidak, visi NTB Gemilang yang sangat mulai dan menjadi harapan besar seluruh masyarakat NTB itu kini menjadi Terapung Di Ambang Ketidak Pastian, Bisa Kita Lihat Visi NTB Gemilang Antara Lain NTB Tangguh dan Mantap, NTB Bersih dan Melayani, NTB Sehat dan Cerdas, NTB Asri dan Lestari, NTB Sejahtera dan Mandiri, NTB Aman dan Berkah. Dalam beberapa aspek mungkin memang sudah nampak, namun ada beberapa point yang sangat minim keberhasillnya yang kita lihat walapun dalam kondisi ini kita juga dituntut untuk adaptif dengan tatanan dan kehidupan baru yang sedang kita alami juga yang mungkin juga menjadi penghambat berjalannya Visi tersebut, namun terlepas dari peroslan itu, tentu sekali itu menjadi hal yang penting untuk kita lihat sejauh mana perkembangannya karena memang belum ada yang terlihat signifikan.

Baca Juga :  Mungkinkah Pasar Seketeng Gagal Perencanaan Dan Apa Solusinya?

NTB Gemilang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terdapat 6 (enam) Program Unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara diantaranya. Pertama, adalah Gemilang Infrastruktur dan Tanggap Bencana, katanya akan ada Desa tangguh bencana, akan ada irigasi yang cukup, percepatan jalan Mantap, Nusa terang benderang namun faktanya NTB masih tidak begitu terang atau bahkan gelap, karena faktanya bencana masih kerap kali terjadi, sebut saja Banjir dan itu sampai hari ini belum ada solutif yang mampu direalisasikan oleh Pemerintah daerah.

Kedua, Gemilang Birokrasi, katanya NTB Care akan bisa menjadi layanan public berbasis mobile kemudian NTB Satu Data, NTB satu Peta dan yang lain, faktanya data msayarakat itu masih sangat banyak hal yang kurang, dalam perspective social kemasyarakatan misalkan, masih saja data terhadap kelompok rentan, merjinal, kelompok minoritas, lansia dan difabel itu masih saja menjadi perosalan, banyak juga masyarakat miskin yang belum terdata, sehingga jangan heran masih saja ada anak yang tereksploitasi karena belum bisa mengakses jaminan social akibat dari persoalan data yang masih tidak jelas.
Ketiga, Gemilang Pendidikan dan Kesehatan, kita bisa lihat bahwa kebodohan itu merupakan salah satu dari jenis masalah social yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan yang baik, masih saja terdapat anak yang tidak bisa melanjutkan sekolah, tidak mampu bersekolah dan bahkan tidak bisa mengakses fasilitas tempat sekolah, pendidikan di Nusa Tenggara Barat menjadi sector penting dalam mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dengan adanya 1.000 Cendekia, literasi digital, NTB Juara Rumah bahasa dan setersunya, itu semua dilakukan dengan harapan mendidik Generasi Emasnya NTB, Faktanya dalam sector pendidikan juga masih belum jelas substansinya yang terlihat, termasuk juga dampak yang signifkan dalam menunjang Sumber Daya Manusia (SDM) dari Program Beasiswa yang diberikan oleh Gubernur NTB, pengangguran terus meningkat dan lapangan kerja makin menyempit maka jangan heran pendidikan di NTB itu bukan malah melahirkan 1.000 Cendekia tapi melahirkan ribuan buruh yang terwisuda tiap tahunnya, lebih-lebih ditambah dengan dampak Covid-19 yang mempengaruhi semua sector termasuk pendidikan itu sendiri, banyak anak putus sekolah, perknikahan dini makin marak, kekerasan seksual juga terjadi maka moral kualitas pendidikan Nusa Tenggara Baratlah yang akan hilang.

Baca Juga :  Kurangnya Implementasi Nilai Pancasila Pada Generasi Muda

Keempat, Gemilang Lingkungan, dalam bagiannya NTB Zero Waste menjadi salah satu program yang digadang-gadang akan membuahi dampak yang sangat baik dan sangat digaungkan oleh Pemerintah Provinsi, kemudian NTB Hijau, Bank Sampah, Taman Asri, Geopark Dunia sampai ke Tata Ruang Berkelanjutan, ini sangat banyak sekali program-program yang berjalan yang sangat minim kita tau perkembangannya, artinya bila kita hanya disuguhkan berita itu tidak cukup tanpa ada bukti nyata yang kita lihat, jangan sampai program ini hanya banyaknya saja dan dimanfaatkan oleh para oknum untuk dijadikan sebagai lading mencari keuntungan, sehingga dampaknya tidak maksimal, itulah kenapa penting transparansi itu dilakukan oleh pemerintah.
Kelima, Gemilang Ekonomi, Pariwisata, Pertanina dan Industri, dintaranya Melawan kemiskinan dari Desa, HHBK Unggul, E-Commerce, Bumdes Maju, Science Technology Industri Parl (STIP) Inovatif, Koperasi Aktif, Keluarga Sasambo Gemilang, NTB ramah investasi, UMKM Bersaing, 99 Desa Wisata, Perda Produk Lokal, Rumah Kemasan, Pertanian Lestari, Kampung Unggas, Revitalisasi BLK, Apartemen Ikan, KRPL dan Industrialisasi Produk Pertanina. Dalam sector kemiskinan memang NTB cukup baik dalam proses penangannnya yang kita lihat dan baca di beberapa media cetak maupun online, pandemi covid-19 membuat jumlah penduduk miskin di indonesia naik signifikan. namun, provinsi ntb tidak bernasib seperti provinsi lain yang kemiskinannya naik cukup tinggi. data terbaru badan pusat statistik (BPS) menempatkan ntb sebagai provinsi peringkat sembilan terbaik nasional dalam menahan laju kemiskinan di indonesia. bahkan, capaian ntb ini masih lebih baik dibandingkan laju kemiskinan secara nasional. berdasarkan data bps, jumlah penduduk miskin di ntb pada september 2020 tercatat sebesar 746,04 ribu orang (14,23 persen). Pada maret 2020, jumlah penduduk miskin di ntb sebesar 713,89 ribu orang (13,97 persen). terlihat adanya kenaikan persentase penduduk miskin (P0) selama periode maret 2020 – september 2020 yaitu sebesar 0,26 persen. Jumlah penduduk miskin pada september 2020 sebanyak 746,04 ribu orang, meningkat sekitar 32,15 ribu orang dibanding maret 2020 yang sebanyak 713,89 ribu orang. Jika dibandingkan dengan 34 provinsi di indonesia, posisi provinsi ntb ada di urutan 9 dari 10 besar provinsi yang menahan laju kemiskinan dengan baik. Namun disisi lain juga, kemiskinan ini masih menjadi masalah penting yang harus dituntaskan atau paling tidak dikurangi, karena melihat dari kaca mata Hak Asasi Manusia ternyata sampai hari ini masih sangat banyak warga yang terlantar, termasuk juga orang gila bagaimanapun juga mereka adalah manusia dan punya hak yang sama dengan kita, maka penting pemerintah dalam hal menangani hal tersebut.

Baca Juga :  InsyaAllah Ada Cahaya Di Ujung Sana

Keenam, Gemilang Pembangunan Sosial Budaya, dalam hal ini NTB Gemilang memang terlihat cukup baik, terbukti dengan banyaknya jenis program yang dijalankan, Islmaic Centre Pusat Peradaban, ada Kampung Media, Bale Mediasi, Kota Layak Anak, Sekolah Perjumpaan, Ramah Difabel serta PAUD Holistik Integratif serta Desa Bersinar. Beberapa memang berjalan dengan baik, namun barangkali yang penting ditegaskan adalah soal Ramah Difabel, sampai hari ini mungkin pemerintah sangat bangga berbicara soal inklusif namun faktanya fasilitas yang tersedia itu belum sampai ke arah itu, bisa kita lihat dan di cek, berapa banyak Rumah Peribadatan Di Nusa Tenggara Barat, dan berapa persen rumah peribadatan tersebut yang ramah difabel, sangat minim jelas dan bukan hanya itu. Maka, kedepan itu juga bisa menjadi keharusan bagi pemerintah untuk bagaimana mempertimbangkan hal tersebut.

NTB Gemilang apa kabar, semoga baik-baik saja dan terus berjalan menuju Nusa Tenggara Barat yang terang benderang. Dalam momentum Hari Buruh ini saya persembahkan catatan kecil ini untuk NTB Gemilang agar masyarakat NTB bahkan Indonesia kembali menyadari bahwa dari sekian juta jumlah penduduk di NTB itu ada ribuan buruh yang turut andil dalam memajukan Daerah yang kita banggakan ini baik itu melalui sector ekonomi dan pembangnunan, pertanian dan agraria, social dan politik serta pendidikan dan kebudayaan. (red)

News Feed