by

Etika Menjenguk Orang Sakit

-Opini-174 views

Oleh: Dr. Ust. Muhammad Saeful Kurniawan, MA
(Dosen serta Ketua Al-Mihrab Foundation)

BERBAGI News – Allah SWT itu akan menguji hambanya dengan beberapa pendekatan. Adakalanya Allah SWT menguji dengan hilangnya harta, ruqinya hasil panen dan adakalanya adanya penyakit dan kematian. Tahun kemarin, saudara kami menjenguk keluarga di RSUD saat opname dan terbaring tak berdaya karena penyakit. Tapi tadi malam giliran mereka yang terkulai lemah tak berdaya diruang ICU karena menderita penyakit vertigo.

Kami sekeluarga menjenguknya untuk menguatkan semangat juangnya untuk melawan penyakitnya dengan memperhatikan etika menjenguk orang sakit.

Pertama, saya memberikan motivasi kepada sang pasien agar senantiasa bersemangat untuk berjuang melawan penyakitnya agar diberikah kesembuhan oleh Allah SWT. Sebab, kesembuhan itu salah satunya datang dari dirinya sendiri.

Kedua, saya memberikan hadiah untuk pasien agar ada rasa bahagia dalam dirinya dan merasa mendapat perhatian dari saudara-saudara, disamping itu juga hadiah itu bisa mendatangkan rasa kasih dan sayang. Tidak perlu mahal. Cukup bawa sesuatu yang menjadi keperluan sehari-hari di rumah sakit.

Ketiga, mendoakan atau meruqyahnya agar diberi kesembuhan oleh Allah SWT. Sebelumnya harus diadakan pendekatan persuasif agar ia merasa nyaman. Syaikh Ali Murtadha menuturkan,

” Terapis, seyogyanya bisa mendiagnosa penyebab penyakitnya agar tidak salah takaran dan salah doa yang disebabkan penyakit medis atau non medis. Jangan mudah mengklaim dan menvonis penyakit pasien tanpa data ilmiah seperti halnya dukun yang mendapat bisikan dari jin yang ada pada dirinya.”

Oleh sebab itu, para penjenguk harus memperhatikan beberapa hal berikut:

Pertama, harus mengukur mental pasien agar bisa merumuskan kondisi psikisnya dan para penjenguk harus bijak dalam memberikan nasehatnya. Tak dipungkiri, banyak pasien bermental lemah. Justru ia semakin parah dan shock gara-gara ucapan kita yang salah. Misalnya,

Baca Juga :  Prahara Omnibuslaw di Tengah Masyarakat

“Masyaallah, tetangga sebelah kemarin ada yang mati karena mengidap penyakit seperti pean”

Ucapan ini sebaiknya dihindari. Sebab, itu akan membuat konsdisi pasien merasa was-was dan ketakutan.

Kedua, para penjenguk bisa mendiagnosa kondisi fisik pasien dengan konsep pengobatan Rasulullah Saw. Penyakit yang tidak terditeksi oleh medis, tidak selamanya karena pengaruh negatif dari sihir. Penyakit yang diderita kadang juga karena pola sehat yang tidak sesuai petunjuk Rasulullah Saw. Tim ahli dari Arsyada Yadaka Indonesia berkata:

“Kadar lendir yang berlebih dalam tubuh dapat menghalangi gelombang ultrasonografi yang hendak melacak permasalahan organ tubuh manusia.”

Ketiga, para penjenguk pasien sebelum beranjak pulang seharusnya berdoa terlebih dahulu agar sipasien lekas sembuh dari penyakit yang dideritanya.

Diakhir tulisan saya ini, saya tutup dengan doa untuk pasien yang dicontohkan Rasulullah Saw :

“Ya Allah, Rabb Pemelihara manusia, hilangkanlah penyakit ini dan sembuhkanlah. Engkaulah Yang Maha Menyembuhkan, tidak ada kesembuhan melainkan hanya kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit sedikitpun.”Dosen serta Ketua Al-Mihrab Foundation

News Feed