by

Jangan Bersedih Karena Kecelakaan, Sebab Ada Hikmah Besar Dibaliknya

-Opini-160 views

Oleh: Dr. Ust. Muhammad Saeful Kurniawan, MA

BERBAGI News – Plato berkata, “Kesulitan itu akan memperbaiki jiwa sebesar kehidupan yang dirusaknya. Sedangkan kesenangan akan merusak jiwa sebesar kehidupan yang diperbaikinya.”

Azdasyir juga berkata, “Kesulitan adalah celak yang dapat Anda pakai melihat sesuatu yang tidak bisa Anda lihat dengan kenikmatan.”

Statemen diatas berbanding lurus dengan seseorang yang notabenenya beridentitas santri asal Besuki Situbondo. Dalam kesempatan silaturahim kemarin, ia meluapkan segala unek-uneknya kepada saya. Menurutnya saat ini, ia dirundung duka nestapa. Mulai dari ibu dan nenek mertuanya meninggal dunia, ibu kandungnya mengalami penyakit stroke dan kecelakaan sepeda motor yang dialaminya hingga nyaris menelan korban jiwanya dan harus opname di RSUD Situbondo selama beberapa hari.

“Ust, bukannya saya tidak Ridha terhadap takdir Tuhan, akan tetapi apa yang menimpa saya dan keluarga sungguh diluar batas kemampuan saya.”kilahnya.

“Bersyukurlah, Tuhan tidak akan membebani hamba-Nya diluar batas kemampuannya. Tuhan percaya sekali, bahwa dirimu dan keluarganya dianggap pribadi tangguh.” Jawab saya memberikan motivasi hidup.

“Kesenangan dan kesuksesan itu bersifat sementara. Ia laksana malam, karena Anda tidak akan pernah berfikir panjang tentang apa yang Anda berikan atau apa yang Anda dapatkan. Dan kesulitan itu laksana siang, karena Anda melihat jelas apa yang Anda usahakan dan apa yang diusahakan oleh orang lain.”lanjut saya.

Memang betul sekali. Saat kita bahagia, tentu tidak akan tahu dan abay terhadap prilaku orang lain kepada kita. Namun, saat kita mengalami musibah, ujian, dan keterpurukan kita mengetahui apa yang kita lakukan dan apa yang dilakukan teman, sahabat dan orang lain kepada kita. Artinya, ujian yang menimpa kita sebagai tolok-ukur dalam melihat kemampuan diri sekaligus seleksi alam terhadap teman dekat kita. Dengan ujian itu, semuanya akan terang benderang.

Baca Juga :  Pembelajaran Masa Pandemi

Hemat saya, mantapkanlah pikirannya kepada Penciptanya, maka ia akan tahu bahwa Allah SWT tidak mengujinya, melainkan akan mendatangkan kebaikan dan akan menghilangkan dosa besarnya. Sebaliknya, jika pikirannya tercurah pada sesama mahluk, maka akan banyak sisi negatinya dan sarat dengan kepura-puraan.

Munajat cinta dikatakan benar bila dilakukan antara dirinya dengan Rabbnya karena dia sadar bahwa ada sesuatu yang sangat rahasia dan dia percaya apa yang dikatakan kata hatinya. Sedangkan munajat cinta yang dilakukan pada sesamanya lebih sering menyakitkan. Saya sarankan, agar ia selalu bermesraan dengan Tuhannya yang selama sudah lama ditinggalkannya.

Allah SWT mempunyai Rahmat yang akan diberikan kepada orang yang telah pasrah total kepada-Nya. Cukuplah Allah bagi kita, sebaik-baiknya pelindung. Ada buku cukup menarik kita baca yang berjudul al-Farj Ba’dasy Syiddah karya at-Tanukhi, jika disimpulkan ada tiga hal penting yang perlu kita resapi bersama:

Pertama, adanya solusi setiap problematika hidup. Itu adalah sebuah keniscayaan dan Sunnah yang telah berlangsung lama dan merupakan kepastian yang telah diterima secara umum. Misalnya, subuh pasti datang, setelah malam usai.

Kedua, hal-hal yang tidak disukai justru akan banyak memberikan manfaat yang lebih prospek dimasa yang akan datang daripada terkungkung kesuksesan semu baik kehidupan beragama dan interaksi sosial.

Ketiga, yang memberi manfaat dan menolak madharat sejatinya hanyalah Allah SWT semata Yang Maha Tinggi dan Maha Bijaksana. Ingat, bahwa apa yang akan menimpa diri Anda tidak akan menimpa orang lain. Dan apa yang tidak akan menimpa diri Anda bisa jadi akan menimpa orang lain.

Oleh sebab itu, segala sesuatunya yang menimpa diri kita tidak ada yang kebetulan, semuanya atas skenario dan kehendaknya. Yakin, percaya ini semua dari Tuhan merupakan sikap terbaik yang perlu ditanamkan dalam jiwa kita. Ingatlah Dia saat kita bahagia, niscaya Dia akan ingat kita saat sengsara.

Baca Juga :  Money Politics, Kondisi atau Situasi ?

Salam SK, al-Mihrab Foundation (21/5/21)

News Feed