by

Berbagi Terhadap Anak Yatim Balasanya Adalah Syurga

-Religi-88 views

Oleh: Aswan Nasution

MENJADI anak yatim atau menjadikan anak yatim bukanlah sebuah keinginan semua orang.

Karena tidak terbayang bagaimana nasib dan beratnya menjadi anak yatim atau memiliki anak yatim, baik secara biologis, psikologis, maupun akademis.

Kehidupan sehariannya tidak menentu dan masa depan juga mendadak menjadi buram.
Status ibunya yang menjadi janda juga tidak mudah menyandangnya.

Terkadang ada yang sinis, sementara beban biaya harus dia tanggung sendiri.

Dalam konteks inilah, Islam menegaskan bahwa penyantun dan penjamin atau berbagi terhadap anak yatim akan menjadi teman dekat Rasulullah SAW di surga.

“Aku dan penjamin anak yatim berada dalam surga seperti telunjuk dan jari tengah. Rasulullah mengisyaratkan dengan dua jari tengah dan menjarangkan jari-jari lainnya”. (HR. Bukhari dan Amad).

Terhadap anak yatim tidak cukup dengan rasa iba dan simpati, tapi harus ada tindakan yang ril untuk memberikan hak-hak mereka.

Anak-anak yatim memerlukan penyantunan bukan hanya aspek material, tapi juga aspek psikologi, pendidikan dan perlindungan hukum.

Dengan demikian ada beberapa hak yang harus diberikan kepada anak-anak yatim dan menjadi kewajiban bagi kaum muslimin.

Pertama, hak terpenuhi kebutuhan primernya yaitu pangan, sandang dan papan. Ini adalah kebutuhan mendasar, mendesak dan rutin diperlukan oleh anak-anak yatim tersebut.

Kedua, kebutuhan kasih sayang, tentu anak yatim secara psikologis mengalami guncangan dengan ketiadaan ayah sebagai tempat mengadu dan berlindung (pengayom).

Maka wajarlah Allah SWT mengabadikan dalam beberapa ayat-ayat Al-Qur’an terkait beberapa rambu-rambu yang harus diperhatikan orang-orang beriman terkait dengan anak-anak yatim.

Al-Qur’an melarang penghinaan dan menyakiti anak-anak yatim, baca pada surat (al-Fajr: 15 -23, adh-Dhuha; 9, al-Ma’un: 1-3).

Ketiga surat al-Qur’an tersebut memerintahkan supaya kita berbagi dan peduli serta memuliakan anak yatim dan balasannya adalah surga. (al-Insan; 8-22).

Baca Juga :  Berhati-hati Dengan Perkara Syubhat

Ketiga, kebutuhan pendidikan dengan memberikan beasiswa, fasilitas belajar dan jaminan untuk bisa mengenyam pendidikan lebih tinggi.

Dengan pendidikan yang layak, bisa menjadi salah satu solusi untuk meraih masa depan yang lebih baik dan akan memberikan jiwa besar menghadapi masa depan.

Keempat, hak perlindungan harta dan hukumnya. Tidak semua anak yatim miskin, tapi ada juga anak yatim juga banyak mendapat warisan dari ayahnya yang kaya.

Namun karena mereka masih kecil sehingga terkadang harta tersebut disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

Allah SWT memperingatkan dalam Al-Qur’an. “Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).” (an-Nisa’: 10).

Semoga bermanfaat, Wallahu a’lam bish showab.

News Feed