by

Pelaksanaan Berqurban dengan Professional

-Religi-36 views

Oleh : Aswan Nasution

DALAM pelaksanaan segala sesuatu Islam menganjurkan agar kita melakukannya dengan penuh profesional dan sesuai dengan peraturan syariat Islam.

“Kebenaran yang dilakukan tanpa manajemen yang rapi akan dikalahkan oleh kebatilan yang dilaksanakan dengan manajemen yang rapi.” demikian ujar Khalifah Ali bin Abi Thalib.

Sangat disayangkan dalam manajemen ini umat Islam sangat kurang perhatiannya.

Apalagi dalam melaksanakan hal-hal yang bersifat ibadah, seakan-akan jika hal tersebut dilakukan walaupun tanpa manajemen yang baik, pasti tidak apa-apa.

Malahan kadang-kadang kalau ada yang ingin mengatur secara baik dengan manajemen baik dan rapi, dirasakan sebagai kurang kepercayaan pada sipelaksana yang melakukan hal tersebut yang katanya dengan manajemen “lillahitaala”.

Padahal Islam, sejak dini menganjurkan umatnya untuk melaksanakan segala sesuatu dengan baik dan profesional.

“Jika sesuatu pekerjaan diberikan bukan pada ahlinya maka tunggulah saat kehancuran”. demikian hadits nabi mengatakan.

Dalam pelaksanaan pemotongan hewan qurban juga harus dilakukan dengan manajemen yang benar, baik dan rapi.

Bagaimana tatacara transaksi antara pemilik hewan qurban dan pelaksana pemotongan harus jelas, sistem penggajian ataupun upah pemotongan harus jelas, bukan asal mengambil daging qurban tanpa izin sipemilik qurban.

Demikian juga dalam pembagian daging qurban tersebut harus benar-benar rapi, dan mendahulukan bagi mereka yang benar-benar membutuhkan dan menghajatkan.

Jangan sampai malah daging qurban tersebut tidak jelas dibagikan kepada siapa dan dimana.

Dengan demikian kita harapkan acara pemotongan qurban tersebut dapat terlaksana benar-benar tepat guna dan tepat sasaran.

Sehingga sipemilik qurban benar-benar puas dan ikhlas demikian juga pelaksana juga puas dan ikhlas sedangkan masyarakat benar-benar dapat merasakan manfaat dari hewan qurban tersebut.

Semangat qurban dengan manajemen yang rapi ini perlu kita masyarakatkan dan budayakan sehingga dengan demikian berarti kita dididik untuk selalu melaksanakan pengorbanan secara rapi dan teratur dengan target dan sasaran yang jelas.

Baca Juga :  Zakat Fitrah dan Kepedulian Sosial

Jika hal ini dapat kita lakukan, maka segala sesuatu yang memusuhi kita maka mereka akan hancur, dan kita akan mendapat kemenangan dan keridhaan Allah SWT.

Demikian pula berbahagia dalam kehidupan dan membahagiakan masyarakat dunia, sebagaimana dalam satu ayat al-qur’an yang seakan-akan berkata kepada kita;

“Jika engkau telah melakukan ibadah dan berkorban dengan tepat guna dan tepat sasaran, maka yakinlah bahwa engkau akan mencapai kemenangan, sedangkan mereka yang memusuhimu akan hancur dan binasa.”

Memang sudah saatnya kita umat Islam bangkit dan sekaligus membuktikan bahwa kita dapat menjadi “rahmatan lil a’lamiin” dan juga sebagai umat yang terbaik (teladan) dalam segala aspek kehidupan. Wallahu a’lam bish showab.

News Feed