by

Unsa Menang Hibah Kompetitif Nasional 2021, Sukses Memproduksi Pupuk Organik Cair

Sumbawa, BERBAGI News – Pemenang hibah kompetitif nasional Universitas Samawa tahun 2021 fokus melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat mitra yang bergerak pada industri tahu tempe di bantaran sungai Brangbiji. Tim UNSA terdiri dari Dwi Mardhia, ST.,M.Sc sebagai ketua dan Asmini, SE., MM sebagai anggota. Tim ini berhasil memenangkan hibah kompetitif nasional mono tahun yang didanai oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (RISTEK-BRIN) pada program kemitraan masyarakat (PKM).

Hasil penelitian yang dilaksanakan oleh bu Dwi Mardhia (bu ewi) bersama tim pada tahun 2018 melalui program hibah kompetitif nasional penelitian dosen pemula (PDP) menunjukkan karakteristik limbah industri tahu tempe mengandung bahan organik tinggi dan kadar BOD mencapai 1.300 mg/l, COD 1.900 mg/l yang cukup tinggi pula, jika langsung dibuang ke badan air, maka akan menurunkan daya dukung lingkungan pada perairan tersebut.

Sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian yang dilakukan oleh ibu ewi, dibuatlah sebuah konsep kegiatan pengabdian untuk mendampingi mitra yaitu industri sari murni dalam menangani limbahnya, dan konsep tersebut berhasil meyakinkan reviewer sehingga proposalnya menang dalam hibah kompetititf nasional.  

Konsep cleaner production menjadi solusi bagi industri tahu tempe khususnya dalam penanganan limbahnya. Ibu ewi dan tim memberikan pelatihan dan pendampingan kepada mitra kegiatannya yaitu industri Sari Murni yang berlokasi di Kelurahan Brangbiji Sumbawa. Limbah ampas tahu diolah menjadi pakan fermentasi untuk ternak unggas dan ternak ruminansia, sedangkan limbah cair tahu diolah menjadi pupuk organik cair.

Untuk mencapai output dari kegiatan PKM, tim UNSA telah melaksanakan kegiatan pelatihan dan pendampingan pengolahan limbah cair tahu menjadi pupuk organik cair, dan pengolahan limbah ampas tahu menjadi pakan fermentasi. Dari hasil pendampingan kepada mitra yang diketuai oleh ibu Sri wardaningsih (Bu Inci) sebagai pemilik industri sari murni, mitra berhasil menghasilkan 3 produk yang dikemas dengan baik dan bisa dipasarkan. Produk yang diberi merk “Magic Tofu” diharapkan akan menjadi solusi penanganan limbah, meminimalisasi limbah yang masuk ke sungai Brangbiji, memenuhi kebutuhan pupuk organik cair dan pemenuhan akan pakan fermentasi.

Baca Juga :  Ini Hadiah Awal Tahun untuk NTB dari Universitas Samawa

Menurut ibu inci pemanfaatan limbah cair dan ampas tahu menjadi produk pupuk dan pakan merupakan ilmu yang baru mereka ketahui. Saat ini pakan fermentasi hasil olahan limbah yang sudah dibuat sudah mereka aplikasikan pada ayam dan bebek yang mereka pelihara.

“Hasilnya sudah mulai terlihat, ayam dan bebek saya jadi gemuk,” kata ibu Inci.

Melalui kegiatan PKM tim UNSA juga memberikan bantuan alat pengolahan limbah hingga ke alat pengemasan produk olahan limbah. Desain kemasan dibuat semenarik mungkin dan dengan standar yang sesuai untuk pengemasan produk pupuk organik cair dan pakan fermentasi. Dari hasil kegiatan mitra telah berhasil memproduksi 100 kemasan dan sudah mulai dijual. Tim UNSA berharap kegiatan ini akan berlanjut dan memberi kemanfaatan bagi industri sari murni serta penyelamatan lingkungan.

News Feed