by

Ini yang dilakukan Mahasiswa KKN Tematik Unram Kelurahan Semayan, Sampah jadi Pupuk dan Eceng Gondok jadi Kerajinan

-Berita-227 views

Lombok tengah, BERBAGI News – Setiap individu dapat dipastikan menghasilkan atau memproduksi sampah setiap harinya. Di lansir dari kementerian perencanaan pembangunan nasional atau badan perencanaan pembangunan nasional, sebanyak 23 juta sampai 48 juta ton sampah makanan terbuang setiap tahunnya, jumlah itu setara 115-184 kilogram perkapita per tahun, artinya sampah organik di Indonesia begitu mengkhawatirkan.

Sejalan dengan tema zero waste, dan melihat permasalahan sampah dan melimpahnya eceng gondok di wilayah kelurahan Semayan Kecamatan Praya Kabuapten Lombok Tengah, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Mataram kelompok Semayan 2 berinisiatif membuat tong komposter dan pengelolaan eceng gondok sebagai alternatif mengatasi masalah yang ada. Tong komposter sendiri merupakan alat pengelolaan sampah organik yang dapat mengubah sampah menjadi pupuk, 2 jenis pupuk yang dapat dihasilkan dari komposter yaitu pupuk organik cair (POC) dan pupuk padat.

Mahasiswa KKN kelurahan Semayan saat memberikan cara penggunaan Tong komposter. [Photo Fahrurrozi].

Dengan itu, kelompok KKN Kelurahan Semayan 2 Universitas Mataram mengadakan pertemuan dan pelatihan sebagai bentuk tindaklanjut mengenai penanganan sampah bersama kepala kelurahan, staf kelurahan, badan keamanan kelurahan, kepala lingkungan, ketua RT, dan juga masyarakat kelurahan semayan untuk bersama-sama belajar dan menerapkan pengelolaan sampah dan eceng gondok menjadi suatu yang bermanfaat.

Ketua kelompok KKN kelurahan Semayan, Fahrurrozi Iman Jayadi Syahid mengatakan pertemuan tersebut diadakan di 3 lingkungan guna untuk menyesuaikan kondisi di masa pandemi, dan guna dapat mengoptimalkan pertemuan dan meningkatkan kesadaran bersama akan dampak sampah, pertemuan pun dilakukan di ruang terbuka.

“Pertemuan pertama dilaksanakan di lingkungan Pancor (7/7/2021), pertemuan kedua dilaksanakan di lingkungan Kekere Barat (8/7/2021), dan pertemuan ketiga dilaksanakan di lingkungan Kekere Timur (12/7/2021) Sedangkan untuk pemanfaatan eceng gondok dilakukan bersama ibu PKK di aula Kelurahan Semayan (14/7/2021), pemanfaatan eceng gondok Bersama ibu PKK dimanfaatkan menjadi berbagai kerajinan seperti tatakan gelas, tatakan piring, cermin yang dikreasikan dan hiasan lainnya,” jelas Fahrurrozi kepada media BERBAGI News melalui pesan Whatsapp pada Minggu (08/08/2021).

Baca Juga :  KKN tematik Unram Selesaikan Administrasi Kependudukan
Ibu PKK Kelurahan Semayan bersama KKN Unram Tematik membuat sejumlah kerajinan dari eceng gondok. [Photo Fahrurrozi].

Dalam pertemuan tersebut kelompok KKN Semayan 2 tentunya mengedepankan dan memperhatikan protokol kesehatan yakni menyiapkan handsanitizer dan membagikan masker kepada masyarakat.

“Kepada masyarakat kami menganjurkan untuk selalu menjaga jarak, bukan hanya pada saat pertemuan berlangsung akan tetapi saat berkegitan sehari-hari guna bersama-sama memutus rantai penularan covid-19,” tambahnya.

Pertemuan dan pelatihan tersebut diikuti dengan antusiasme yang cukup tinggi dari masyarakat kelurahan Semayan dan mendapat dukungan besar dari pemerintah kelurahan.

“Kami dari pemerintah kelurahan sangat mengapresiasi program yang dilakukan, dan KKN kedepan dapat lebih meningkatkan pastisipasi masyarakat serta memotivasi masyarakat dalam hal pengolahan baik itu produksi, pemasaran dibidang pertanian dan perternakan dengan tetap menjaga lingkungan serta kebersihan dan kesehatan. Dapat menginspirasi dan mengedukasi masyarakat sesuai dengan bidang ilmu masing-masing anggota KKN,” harap Lalu Balya Wira Negara selaku lurah di Kelurahan Semayan.

Lurah juga berharap program yang dilaksanakan semoga dapat membantu masyarakat dalam mengatasi permasalahan sampah di Kelurahan Semayan. (red)

News Feed