by

HMI Cabang Mataram: Evaluasi 2 Tahun Kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf Amin

Mataram, BERBAGI News – Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mataram menggelar demonstrasi atas kepemimpinan Presiden Joko Widodo – Ma’ruf Amin yang berlokasi di tiga tempat.

Lokasi Pertama adalah di Perempatan Islamic Center NTB, kemudian massa aksi melanjutkan ke Gedung DPRD Provinsi NTB dan terakhir di kantor Gubernur NTB.

Koordinator Lapangan demonstrasi yang juga ketua bidang pada HMI Cabang Mataram, Reihan Al Hafip mengatakan mereka menuntut dan mendesak Presiden atas kasus pelanggaran HAM dan mendesak Presiden untuk segera menerbitkan PERPPU atas pengesahan UU Cipta Kerja.

Lebih lanjut mahasiswa ini juga mendesak Presiden untuk segera menerbitkan PERPPU atas pengesahan UU KPK dan mendesak Presiden untuk mengevaluasi kinerja POLRI dan TNI terkait dengan maraknya represif terhadap kebebasan sipil.

“Kita melihat ini beberapa kasus oknum kepolisian bertindak berlebihan terhadap sipil,” jelasnya ditemui wartawan di depan kantor Gubernur. Kamis (21/10/2021).

Selain itu mahasiswa juga meminta Presiden untuk segera membentuk Tim Investigasi atas seluruh pelanggaran yang dilakukan negara terhadap rakyat. Serta menuntut Presiden untuk menegakkan Demokratisasi Institusi Pendidikan. Mendesak Presiden untuk menindak dengan tegas Kelompok Oligarki yang diduga melakukan deforestasi dan perusakan lingkungan.

“Terhadap undang undang Minerba banyaknya kita lihat terjadi perusakan alam hampir di seluruh wilayah Indonesia,” jelasnya

Selain itu mereka juga menuntut agar menjadi perhatian atas kebebasan berpendapat dimuka umum.

Kepada dewan DPRD provinsi NTB, para mahasiswa meminta agar para dewan menyampaikan aspirasinya kepada Pusat dan meminta kepada pemerintah daerah Provinsi NTB yakni gubernur agar dapat menyampaikan secara langsung kepada Presiden atas apa yang menjadi tuntutan aksi hari ini.

Baca Juga :  PDAM Giri Menang Gratiskan Tagihan Air Untuk Masjid Dan Musholla

Sebelumnya masa aksi sempat ricuh di depan gedung DPRD atas terjadinya gesekan antara massa dengan aparat kepolisian.

“Tadi sempat tegang yang menyebabkan 4 mahasiswa menjadi korban, 1 mahasiswa kepala berdarah, 2 luka ringan dan 1 dilokasi pingsan,” aku Reihan.

Sementara itu pihak kepolisian ditemui di tempat massa Aksi depan kantor Gubernur NTB, Ericson mengaku atas mahasiswa yang menjadi korban sudah mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB. (shy)

News Feed