by

Belajar ke Desa Tetebatu, Kades: Bangun Pariwisata dengan Kebersamaan

-Pariwisata-173 views

Lombok Timur, BERBAGI News – Kepala Desa Giri Madia, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Samiudin mengatakan bahwa Desa Giri Madia berbeda dengan Desa Tetebatu yang penuh dengan hamparan persawahan dan aliran air namun memiliki kesamaan dengan areal hutan dan perkebunan serta kondisi alam yang dingin dengan adanya air terjun.

“Sangat terkesan dengan pemandangan Desa Tetebatu, dijalanan semuanya bersih, hampir tidak ditemukan sampah yang berserakan, sangat tertata rapih,” katanya saat melakukan Study Tour ke Desa Tetebatu. Sabtu (13/11/2021).

Mengembangkan Potensi Alam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melindungi hak-hak masyarakat melestarikan Budaya adat istiadat yang berlaku di masyarakat Giri Madia.

“Pokdarwis, Bumdes dan pihak Desa berkolaborasi. Pokdarwis, Bumdes tidak lagi seperti sekarang, harus berubah, dan ada peningkatan dalam hal pengelolaan kedepannya, kami dari desa dukung 100 persen,” jelasnya.

Pendekatan kepada masyarakat sangat penting dilakukan dan perlunya sosialisasi agar paham dengan pariwisata desa.

Ia juga menghimbau agar semua lapisan masyarakat yang ada di Desa Giri Madia bersama-sama mendukung pengembangan pariwisata dengan kebersamaan, dengan faktor alamnya menghasilkan impian yang segera menjadi kenyataan.

Terpilihnya Tetebatu mewakili Indonesia dalam lomba desa wisata “Best Tourism Village” 2021 yang diselenggarakan Organisasi Pariwisata Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa atau United Nations World Tourism Organization (UNWTO) tidak hanya menarik perhatian desa wisata yang ada di Lombok Timur saja, namun banyak dari desa dari luar provinsi bahkan dunia tertarik untuk belajar cara mengelola wisata alam perdesaan.

Kepala Desa Tetebatu, Sabli mengatakan perlunya kolaborasi antara Pemerintah Desa dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) serta dengan pihak lainnya untuk secara bersama-sama dalam bergerak dan membangun.

“Kami disini hampir tidak ada sentuhan tangan, semuanya natural saja, tidak merubah bentuk alam, hanya bagaimana kita melakukan penataan saja,” katanya saat menyambut rombongan study tour Desa Giri Madia di Aula Kantor Desa Tetebatu.

Baca Juga :  Trend Pariwisata Dunia, Bupati Lobar: Wisatawan Cendrung ke Alam Pedesaan

Ia berharap, agar dapat menyerap apa yang dilihat dilapangan oleh peserta study tour dapat ditiru dan bekerjasama dengan semua unsur untuk menciptakan destinasi berbasis masyarakat.

“Kedepannya bisa bertukar pengalaman demi untuk meningkatkan pariwisata dengan meningkatkan kesejahteraan kepada masyarakat,” harapnya.

Sementara itu Kepala Seksi Pembangunan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kecamatan Lingsar, Rina Ilwida, SE mengatakan mendukung penuh yang akan dilakukan oleh Desa Giri Madia dalam pengembangan dan Pengelolaan Pariwisata desa.

“Desa Tetebatu sebagai Desa Wisata yang mendunia, agar Desa Giri Madia selalu bertukar pikiran dengannya yang sudah terkenal dalam hal pengembangan pariwisata desanya,” jelasnya.

Kemajuan sebuah pariwisata desa tentunya tidak bisa dilepaskan dengan sambutan dan keramah tamahan dari warga masyarakat, agar kedepannya para wisatawan yang berkunjung secara tidak langsung menjadi bagian dalam promosi.

“Sangat perlu keramah tamahan dan tentunya sangat diharapkan dari semua masyarakat. Kami Pokdarwis siap untuk bisa berbuat lebih, memajukan kembali pariwisata desa dan dukungan penuh dari Pemerintah Desa juga sangat kami harapkan,” jelas ketua Pokdarwis Desa Giri Madia, Muhammad Rifai.

Berbicara pariwisata adalah hal yang menarik apalagi lintas kabupaten, Anggota Kelompok Pokdarwis Desa Tetebatu, Zainul Fadly mengatakan perlunya pemetaan destinasi wisata, seluruh potensi sumber daya alam dan sumber daya manusianya.

“Diharapkan kedepannya bisa saling mengisi dan bekerjasama antar desa wisata, Potensi wisata yang ada agar dimasukkan kedalam flatform google my business untuk promosi. Ini sangat efektif dalam pengembangan, tetap semangat kawan-kawan pokdarwis Desa Giri Madia,” pesannya usai menemani peserta study di wisata alam Ulem-Ulem.

Hal lainnya dikatakan Direktur Bumdes Desa Tetebatu, Rahayu dalam turut serta memajukan pariwisata Desa Tetebatu selalu memegang prinsip “bersama kita bisa”, tidak ada suatu usaha yang dapat dilakukan sendiri. Kebersamaan nilainya sangat tinggi, selalu memotivasi untuk selalu mengabdi kepada kemajuan desa.

Baca Juga :  Razia Masker dilakukan di Kawasan Wisata Pantai Cemara

“Dengan keberagaman yang dimiliki, hal inilah yang memperkaya banyak hal, dengan pariwisata sangat berpengaruh dalam peningkatan pembangunan ekonomi,” katanya.

Kegiatan Study Tour ini melibatkan seluruh aparatur desa dan Lembaga desa yang ada di Desa Giri Madia, jelas Kades untuk mewujudkan masyarakat Desa Giri Madia yang mandiri sejahtera, sehat, aman, berpengetahuan dan terampil yang menjunjung tinggi kebersamaan. (red)

News Feed