by

Warisan dan Branding, Pengamat Otomotif: Efek wow-nya akan Besar Sekali Mandalika

BERBAGI News – Menilik sejarah, Indonesia memang bukan negara yang memiliki tradisi kuat dalam dunia motorsport, meski beberapa tahun belakangan ini jutaan dolar digelontorkan sejumlah brand Tanah Air kepada tim-tim yang berkompetisi dalam berbagai kelas kejuaraan dunia MotoGP.

Meski demikian, tidak ada kata terlambat untuk memulai hal itu, apalagi jika melihat keberhasilan Malaysia dan Thailand yang menuai kesuksesan menjadi bagian rutin kalender MotoGP.

“Indonesia kalau saya bilang mendingan jadi negara penyelenggara dulu tapi rutin, jangan setahun-dua tahun hilang, seperti di Sentul dulu kan cuma tahun 96-97 sudah hilang,” kata pengamat otomotif Arief Kurniawan beberapa waktu lalu.

“Kalau mau dianggap sebagai negara penyelenggara motorsports dengan tradisi yang kuat, event-nya juga harus digelar rutin.”

Arief menilai Sirkuit Mandalika memiliki ‘unique selling point’ karena berada di kawasan ekonomi khusus dan dekat dengan berbagai destinasi wisata unggulan di Lombok.

Mantan pemimpin redaksi tabloid Bola itu bahkan optimistis Sirkuit Mandalika bakal mengalahkan pamor sirkuit di Asia Tenggara lainnya yang telah lebih dulu menggelar MotoGP seperti Sepang di Malaysia dan Chang di Thailand.

“Memang saat ini aksesnya susah, tapi itu dalam empat-lima tahun ke depan aksesnya akan mudah, butuh proses lah,” kata dia.

Belum lagi kekuatan branding yang sangat besar dari gelaran balap MotoGP itu sendiri yang bakal mengangkat pamor Indonesia di mata dunia sehingga menambah kepercayaan diri pabrikan dan perusahaan internasional untuk menjalin kemitraan.

“Artinya ketika digelar, Indonesia sudah menjadi bagian dari pemain global bahwa negara ini aman, maju, negara yang ramah karena orang tidak perlu khawatir datang ke Indonesia karena bisa menggelar (balapan) dengan sukses,” kata Arief.

“Efek wow-nya akan besar sekali Mandalika ini,” pungkas dia. (ant)

News Feed