Pedagang Tanaman Hias di Lombok Barat, Rugi 500 juta Akibat Banjir

Berita Utama332 views

Mataram, BERBAGI News – Pedagang tanaman hias di Desa Meninting, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, mengalami kerugian sekitar Rp500 juta pasca banjir yang melanda sebagian wilayah di Kabupaten Lombok Barat pada Senin (06/12/2021) lalu.

Nyoman Ari Sudana, karyawan di toko tanaman hias di Meninting, Sabtu (11/12/2021), mengatakan jenis tanaman yang rusak akibat banjir didominasi oleh jenis tanaman dengan harga jual yang mahal.

“Jenis tanaman yang paling banyak rusak itu Kamboja. Harga perpohonnya saja bisa mencapai sekitar Rp35 hingga Rp50 juta,” katanya.

Tanaman ukuran kecil yang ditanam dalam polibag juga banyak yang rusak dan hanyut. Tanaman tersebut biasanya dijual dengan harga sekitar Rp5 ribu hingga Rp20 ribu.                                                                                                           

“Batu alam, pot- pot tanaman, dan air mancur untuk dekorasi taman juga ikut rusak,” katanya.

Ia mengatakan beberapa jenis tanaman yang rusak terdiri dari Kamboja, Aglaonema, Palem, Cemara, Jasmine, dan Bambu Air.

Areal toko tanaman hias seluas 20 are ini, jelasnya, tergenang banjir setinggi 2 meter yang dimulai dari bagian depan areal toko sampai kebelakang.

“Terletak di tempat yang lebih rendah dan saluran irigasi tidak berjalan baik membuat genangan air di areal toko cukup tinggi,” katanya.

Untuk saat ini, beberapa jenis tanaman hias yang masih bisa diselamatkan telah dibawa ke rumah pemilik yang berada di Wilayah Suranadi, Lombok Barat.

Sedangkan tahap renovasi telah dilaksanakan dengan pembersihan areal dan pengurugan tanah. Kontrak yang masih berjalan sekitar tiga tahun membuat pemilik memilih untuk melakukan renovasi.

Terkait asuransi, Nyoman Ari mengatakan bosnya tidak punya asuransi untuk bisnisnya. Oleh sebab itu, kerugian yang dialami pasca banjir harus ditanggung sendiri. (ant)