Tingkatkan Kualitas Produksi Kerupuk di Telagawaru, Mahasiswa KKN Unram lakukan Sosialisasi PIRT

Lombok Barat, BERBAGI News – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Terpadu Universitas Mataram yang berlokasi di Desa Telagawaru, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat membuat program kerja (proker) yang bermanfaat bagi masyarakat. Mereka mengadakan sosialisasi mengenai penggunaan bahan pembuatan kerupuk dan pembuatan nomor Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) guna meningkatkan kualitas produksi kerupuk.

Anang Tri Olivandi, selaku ketua kelompok menjelaskan bahwa program kerja ini bertujuan untuk memfasilitasi kelompok pengusaha kerupuk rumahan meningkatkan kualitas produksi mereka terutama dalam hal keamanan bahan, nomor PIRT dan pengemasan agar kerupuk yang di produksi dapat lebih luas pemasarannya dan meningkatkan nilai atau harga produknya.

“Dilihat dari segi bahan yang digunakan dalam produksi kerupuk, sebagian besar masyarakat masih menggunakan soda bleng atau borax yang dilarang oleh pemerintah dalam pengolahan bahan makanan. Sehingga itu menjadi permasalahan utama bagi para pelaku usaha kerupuk rumahan,” jelas Anang. Sabtu (22/01/2022).

Mahasiswa KKN Terpadu Universitas Mataram mencoba untuk menjalin mitra atau kerja sama dengan dinas terkait yakni Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk dapat memberikan informasi melalui sosialisasi kepada masyarakat terkait tentang keamaan bahan dan bahayanya penggunaan soda bleng dalam produksi bahan pangan. Selain keamanan bahan, pentingnya mempunyai nomor PIRT bagi produk rumahan juga disampaikan oleh Dinas kesehatan dalam sosialisasinya.

Karena dengan memiliki nomor PIRT maka para pelaku usaha kerupuk rumahan ini akan membuat jangkauan pasar dari produk mereka lebih luas bahkan bisa memasuki toko-toko modern. Para konsumen juga akan merasa tenang mengkonsumsi produk tersebut karena produk pangan tersebut sudah ada nomor PIRT yang menjamin.

Dinas Kesehatan merespon baik dengan adanya acara sosialisasi yang diadakan oleh mahasiswa tersebut. Lalu Rusli Salim sebagai narasumber dalam kegiatan ini mengatakan, dari dinas kesehatan merasa senang dengan adanya kegiatan sosialisasi yang diadakan oleh para mahasiswa KKN ini.

Baca Juga :  Nyalakan Listrik Sirkuit Mandalika, PLN NTB: Siap Tanpa Kedip Gangguan

“Ternyata di Desa Telagawaru ini banyak sekali para pelaku usaha kerupuk rumahan. Sehingga untuk kedepannya bisa kami pantau dan berikan pelatihan bagi mereka terkait usaha mereka.” ucapnya.

Untuk kegiatan lanjutan, mahasiswa juga menghubungi Dinas Perindustrian untuk dapat menjadi Narasumber dalam menyampaikan bagaimana pentingnya penggunaan kemasan yang baik bagi suatu produk. Hal ini dilakukan terkait dengan program lanjutan untuk meningkatkan kualitas produksi kerupuk bagi para pelaku usaha kerupuk rumahan yang ada di Desa Telagawaru.

Banyak para pelaku usaha rumahan, kurang memperhatikan terkait pentingnya penggunaan kemasan. Kenyataannya, kemasan dapat memberikan efek yang sangat besar dalam hal menarik minat konsumen untuk mencoba atau membeli produk tersebut. Selain itu juga kemasan dapat digunakan sebagai pengaman produk, memberikan informasi singkat terkait komposisi, tanda kadaluarsa,  tempat promosi produk sehingga memiliki ciri khas atau daya tarik bagi konsumen.

Dengan adanya kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Unram Desa Telagawaru berharap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam memperoleh informasi terkait pentingnya penggunaan bahan yang aman serta bagaimana prosedur dalam pembuatan nomor PIRT dan memilih kemasan yang baik. Sehingga, dapat meningkatkan kualitas produksi kerupuk yang dikembangkan oleh para pelaku usaha di Desa Telagawu dan dapat masuk ke toko-toko modern. (nur)