by

Penasaran..! Sensasi Jalan Membelah Lautan Menuju Pulau Bungin di Sumbawa

Sumbawa, BERBAGI News – Bungin bermakna pasir putih yang muncul di tengah lautan. Untuk sampai ke Pulau Bungin, membutuhkan waktu sekitar enam jam dari Kota Mataram, termasuk perjalanan menyeberang dari Pelabuhan Kayangan, Pulau Lombok, menuju Pelabuhan Poto Tano, Pulau Sumbawa.

“Setelah sampai ke Pelabuhan Poto Tano, kita tinggal melanjutkan perjalan darat sekitar 1-1,5 jam menuju Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa,” kata Balqis salah seorang wisatawan dari Jakarta.

Salah satu keunikan dan yang membuat penasaran ke Pulau Bungin ini adalah, melintasi jalan “terbelah” sepanjang sekitar tiga kilometer menuju pulau tersebut yang menjadi ikon bagi Pulau Bungin.

“Sungguh luar biasa menakjubkan,” kata Balqis spontan melihat jalan yang menghubungkan daratan Pulau Sumbawa dengan Pulau Bungin.

Jalan penghubung ke Pulau Bungin memang tidak seperti lokasi-lokasi lainnya, dimana pemerintah membangun jembatan untuk membuat akses jalan dari satu wilayah ke wilayah lain, namun untuk ke Pulau Bungin ini, pemerintah setempat membendung dua sisi lautan (seperti terbelah) untuk membuat jalan.

Sebelumnya, untuk menuju Pulau Bungin masyarakat dan wisatawan harus naik perahu sekitar 15-20 menit. Namun kini, masyarakat bisa mengakses jalan tersebut dengan kendaraan apapun karena lebar jalan sekitar 15 meter.

Meskipun kondisi jalan belum di hotmix, namun keberadaan jalan tersebut bisa mempercepat akses masyarakat untuk menjualbelikan hasil tangkapan laut mereka sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Apalagi, hampir semua penduduk di pulau ini berprofesi sebagai nelayan dan mereka menempati rumah panggung, sebagai ciri khas penduduk yang berada di pesisir.

Pulau Bungin merupakan pulau terpencil dengan luas wilayah sekitar 8,5 hektar, namun pulau ini diklaim menjadi pulau terpadat sebab dengan luas wilayah tersebut jumlah penduduknya mencapai sekitar 5.000 jiwa (data BPS 2014).

Baca Juga :  Festival Kuliner Tanjung Bias, Sambut Pesona Senggigi 2021

Di sisi lain, wisatawan perlu tahu bahwa di Pulau Bungin ada sebuah restoran apung yang menyajikan berbagai kuliner khas menu laut (seafood) mulai dari ikan, lobster, cumi, udang, kerang dan lainnya yang masih segar.

Uniknya lagi, wisatawan bisa memilih langsung jenis makanan laut yang akan dikonsumsi, dengan mengambil langsung dari tambak yang ada di areal Resto Apung Pulau Bungin.

Jadi pedagang tinggal memasak makanan laut yang sudah dipilih pengunjung sesuai selera yang diinginkan.

Tapi satu tips untuk wisatawan yang akan berwisata kuliner ke Restoran Apung Pulau Bungin, harus datang sebelum pukul 17.00 WITA. Jika lewat dari itu, pemilik restoran tidak bisa menerima tamu lantaran khawatir sampai malam.

Restoran apung yang telah buka sejak hampir dua tahun itu, belum memiliki fasilitas listrik sehingga mereka tidak bisa menerima tamu sampai malam.

“Untuk menuju restoran apung, kita menyeberang sekitar 10 menit menggunakan perahu pemilik resto. Jadi fasilitas perahu ini diberikan gratis,” kata Balqis. (ant)

News Feed