Bahan Pangan Lokal Cegah Stunting, KKN Tematik Unram Gelar Pelatihan Kader Posyandu

BERBAGI News – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Mataram (Unram) periode 2021-2022 Desa Karang Sidemen, Batukliang Utara, Lombok Tengah menggelar kegiatan pelatihan kader posyandu dalam upaya pencegahan stunting dengan pemanfaatan pangan lokal dan pelatihan pengukuran dan indikator stunting.

Pemateri Pertama dari IKA BOGA DPD NTB Ibu Indung Sejati, mengatakan, penggunaan bahan pangan lokal untuk asupan nutrisi perlu selektif. Intervensi gizi spesifik melalui pemanfaatan sumber pangan lokal menjadi solusi untuk menekan prevalensi angka anak bertumbuh pendek atau stunting tersebut.

“Pangan lokal di Desa Karang Sidemen yang potensial untuk mencegah stunting antara lain tomat, singkong dan pisang,” jelasnya pada saat sosialisasi yang bertemakan “Pemanfaatan Pangan Lokal Untuk Mencegah Stunting”. Rabu (09/02/2022).

Katanya, hal tersebut bagus, mahasiswa KKN Tematik Unram memanfaatkan pangan lokal untuk dijadikan makanan bergizi pencegah stunting.

Kegiatan pelatihan dan sosialisasi ini sangat positif dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Pelatihan ini sangat membantu ibu-ibu kader mengenai resep masakan dengan memanfaatkan pangan lokal menjadi makanan yang sehat dan bergizi serta memahami prosedur pengukuran bayi dan balita saat di posyandu untuk mencegah stunting,” Kata pemateri, Ibu Baiq Eka Juniarti, A.Md., Gz, yang juga sebagai Bidan di Desa Karang Sidemen

Kegiatan pelatihan memasak pangan lokal tersebut dilakukan dengan memanfaatkan pangan lokal untuk dimasak menjadi makanan sehat dan bergizi. Salah satu masakan yang dibuat dengan memanfatkan pangan lokal adalah Pizza Singkong. Adapun bahan-bahan yang digunakan yaitu 150 gr singkong parut, 3 butir telur, 75 gr tepung, 5 sdm gula pasir, 1 sdt SP, 200 gr Margarin, dan 1 sdt garam.

Para Peserta terlihat begitu antusias dalam mengikuti kegiatan dilihat ketika proses memasaknya banyak mengajukan pertanyaan pada Pemateri Pembuatan pemberian makanan tambahan (PMT).

Baca Juga :  Hutan jadi Pemukiman: Hutan Sesaot sebagai Sumber Ekonomi Rakyat Alami Degredasi

“Masih kurang puas, karena hanya bisa 3 jenis olahan. Pokoknya nanti harus kegiatan seperti ini lagi,” Kata salah seorang peserta ketika ditanya Pembawa acara terkait kepuasan dengan demonstrasi PMT dari pangan Lokal.

Pada sesi kedua, diadakan Pelatihan Pengukuran dan Indikator Stunting. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada ibu-ibu kader mengenai prosedur dan tata cara pengukuran tinggi dan berat badan saat di posyandu agar data-data yang diperoleh nantinya akan sesuai dengan yang ada di lapangan.

Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Desa Karang Sidemen pada hari Sabtu, 5 Februari 2022 yang dihadiri oleh Perwakilan Kepala Desa Karang Sidemen, ibu bidan, dan kader-kader dari setiap dusun.

Sementara itu, ketua Kelompok KKN Tematik Unram, Regina Rizkya mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan karena melihat situasi dilapangan. Ia melaksanakan sosialisasi stunting kemasing-masing posyandu setiap dusun, dan menemukan pemberian makanan tambahan (PMT) masih berupa jajanan/snack sedangkan ia juga melihat desa ini memiliki beberapa pangan lokal yang melimpah. Sehingga munculah gagasan dari beberapa teman-teman untuk memanfaatkan sumber daya tersebut untuk diolah menjadi PMT dimana kandungan gizi dan nutrisinya jelas diketahui.

Kelompok mahasiswa KKN Tematik unram Desa karang Sidemen berharap, semoga masyarakat Desa Karang Sidemen dapat mengatasi masalah stunting dan memutuskan rantai penyebaran angka stunting di Desa Karang Sidemen dengan mandiri dalam kurun waktu yang tidak lama.

“Kedepannya generasi Desa Karang Sidemen menjadi anak-anak yang berkualitas dan melanjutkan estapet kepemimpinan dan berguna bagi nusa dan bangsa,” harapnya. (kkn)