by

Gula Gending Lombok Timur jelajah Keliling Indonesia

Mataram, BERBAGI News – Pelaku usaha Gula Gending “Maloka”, Meran (65) warga desa Kembang Kerang kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur mengaku berjualan gula Gending sejak usia 15 tahun.

“Seingat saya saya mulai jualan harga gula pada saat itu Rp 15 /Kg,” katanya saat Bincang bincang di halaman belakang kantor biro Antara NTB. Jumat (11/03/2022).

Ia mengaku berjualan Gula Gending keliling Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

“Dari Sumatra hingga Papua. Saya keliling 3 bulan lamanya, baru pulang kampung,” tuturnya.

Alunan irama pada gula Gending ini memiliki gendang yang khas dimainkan oleh penjualnya, setiap alunan tergantung dari kepiwaian dai si Gending.

Gula Gending ini terbuat dari bahan Gula, tepung terigu, air dan minyak goreng.

Sementara, gerilyawan musik, Ary Juliyant, menilai Gending atau nadanya tidak ada standarnya. Hanya sebagai penarik usaha saja.

“Saya bangga dengan Gending lokal ini, menjaga kearifaan dan kekhasan,” katanya.

Ary berharap gending ini sebagai alat musik baru. (Shy).

Baca Juga :  Kabinda NTB kagumi Kekayaan Tradisi Suku Sasak

Comment