Akhirnya, Kloter 1 BTLK terbang ke Narita Jepang

Berita Utama609 views

Jakarta, BERBAGI News – Menjadi impiannya orang orang diseluruh dunia bisa berkunjung ke Negeri Sakura Jepang, baik itu magang maupun sekolah dan berwisata. Namun, Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia membuat pengiriman dan penerimaan magang keluar negeri selama dua tahun ditutup.

Awal tahun 2022 membawa angin segar, pasalnya negara Jepang dan Indonesia sudah membuka penerbangan internasional. Hal inilah yang mengantarkan 8 peserta Pelatihan LPKS Bali Tosha Lombok Kochi k negeri Sakura setelah mereka melakukan wawancara dengan pihak Sachou (Direktur Perusahaan) Jepang dalam kelompok terbang pertama (Kloter 1).

“5 orang program Internship dan 2 orangmagang dan 1 orang student,” jelas Direktur Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) Bali Tosha Lombok Kochi (BTLK), Abdurahman, SE. MM, kepada media disela sela mendampingi keberangkatan terbang peserta di Terminal 3, Bandara Internasional Soekarno Hatta. Minggu (03/04/2022).

Ia berharap kepada peserta untuk mulai sekarang ini memulai merubah sikap dan perilaku.

“Cepat, sigap dan cekatan dalam segala hal. Karena itu budaya orang Jepang. Berfikir dan bertindak,” harapnya.

Direktur Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) Bali Tosha Lombok Kochi (BTLK), Abdurahman, SE. MM bersama Legal Consultant BTLK, Essuhandi, SH mendampingi keberangkatan peserta di Bandara Internasional Jakarta.

Kepada semua peserta, Rama mengungkapkan ini langkah pertama, semoga langkah seterusnya membuat lebih baik setelah di Jepang.

“Apa yang kalian impikan dan cita-citakan bisa segera terwujud. Semoga perjalanan kalian dilancarkan dan dimudahkan,” ucapnya

Ia juga berpesan agar semua peserta menjaga almamater kampus masing masing dan lembaga BTLK.

“Apabila kalian mampu jaga diri, Insya Allah kalian akan mampu menjaga semuanya,” pungkasnya.

Delapan peserta yang berangkat terbang hari ini dari Jakarta menuju bandara Narita Jepang adalah dari kampus Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Mataram (Muhammad Efendi Jayadi, Dina Islamiyati, Sri Arliza Febriani), Institut Kesehatan dan Bisnis Surabaya (Safika Aprilianti dan Amalisa Dona Safitri), dan Edi Kusuma Palwaguna, Hendri Sadri, dan Sandra Permata Sari. (shy)