by

Presiden: Jalan Lingkar Brebes-Tegal Menunjang Kelancaran Mudik

Jakarta,  – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap, keberadaan jalan lingkar Brebes-Tegal di Jawa Tengah (Jateng) dapat mendukung kelancaran arus mudik Lebaran yang akan datang dalam beberapa pekan mendatang. Sehingga, pelayanan yang diberikan kepada masyarakat yang mudik menggunakan kendaraan pribadi dapat dilakukan secara optimal oleh instansi pemerintah terkait.

“Kita tahu jalur Pantura ini merupakan jalur yang sangat penting untuk menunjang kelancaran, utamanya aktivitas mudik Lebaran,” kata Presiden Jokowi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ketika meresmikan Jalan Lingkar Brebes-Tegal di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Rabu (13/4/2022).

Dengan begitu, masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi dapat menjalankan kegiatan mudik dengan kondisi jalan yang lebih lancar. Adanya kondisi itu, tentunya akan membuat para pemudik dapat lebih cepat sampai ke daerah tujuan untuk merayakan hari raya Idulfitri bersama dengan sanak-saudara ke depan.

“Jalan ini akan menjadi salah satu jalur alternatif untuk mudik Lebaran agar perjalanan masyarakat untuk mudik lebih lancar dan dan lebih cepat sampai di tujuan,” tutur Presiden.

Dibangunnya jalan lingkar Brebes-Tegal sepanjang 17,4 kilometer (KM) merupakan infrastruktur yang akan melengkapi jaringan jalan nasional di Pantai Utara (Pantura) dan Jalan Tol Trans Jawa. Jalan tersebut, berada di Kabupaten Brebes dan Kota Tegal. 

Jalan tersebut, dilengkapi dengan delapan jembatan. Diantaranya wilayah Kabupaten Brebes terdapat lima jembatan dan wilayah Kota Tegal terdapat tiga jembatan.

“Kehadiran jalan lingkar itu melengkapi struktur jaringan jalan nasional di Pantura (Pantai Utara) dan juga melengkapi jaringan jalan di Tol Trans Jawa,” imbuh Presiden.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menginstruksikan, seluruh instansi pemerintah mengantisipasi sejumlah potensi persoalan yang bisa terjadi ketika mudik. Mengingat, tradisi mudik sudah diperbolehkan oleh pemerintah pada penghujung Ramadan tahun ini.

Baca Juga :  Silaturahim Akbar, Gerakan Ekonomi Syariah dan HIT RIBA (Hari Indonesia Tanpa Riba) Tingkat Nasional 2019 diadakan di NTB

Antisipasi menurut Presiden penting, mengingat disinyalir banyak lapisan masyarakat yang akan melakukan tradisi mudik pada tahun ini, setelah dilarang selama dua tahun belakangan. Diprediksi, pemudik akan menggunakan berbagai moda angkutan yang tersedia dari mulai darat, laut, dan udara.

“Hati-hati arus mudik ini bisa di luar perkiraan kita,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika membuka sidang rapat paripurna yang tayangkan secara virtual pada Rabu (6/4/2022).

Persiapan yang harus dilakukan oleh instansi pemerintah terkait harus sangat ekstra hati-hati. Dengan mempertimbangkan sejumlah faktor yang akan menjadi pilar utama dalam kegiatan mudik yang dilakukan oleh masyarakat.

Semuanya harus dikalkulasikan dengan benar sesuai dengan faktor-faktor tersebut. Sehingga, persiapan yang dilakukan dapat sepenuhnya efektif memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.

“Jangan sampai keliru mempersiapkan jalur mudik,” kata Presiden.

Foto: BPMI Setpres