Di Puncak Jabal Rahmah Islam disempurnakan

Religi563 views

“Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan Aku telah ridhai Islam sebagai agamamu.” (QS. Al Ma’idah: 3).

BERBAGI News – JABAL RAHMAH juga merupakan tempat wahyu terakhir diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw, tatkala melakukan wukuf. Wahyu tersebut dimuat dalam Al-Qur’an pada surah Al Mai’dah ayat: 3.

Turunnya ayat ini membuat para sahabat bersedih, sebab mereka merasa akan kehilangan Rasulullah. Dan benar saja, tak berapa lama kemudian Rasulullah SAW dipanggil Allah SWT.

Surat Al Ma’idah Ayat 3 yang disebut juga sebagai tanda kesempurnaan ajaran Islam. Sebuah wahyu yang disambut tangis para sahabat kena usainya tugas Sang Nabi.

Jika sudah dekat waktu Sang Penyampai Pesan untuk kembali kepangkuan-Nya, meninggalkan umat tercinta.

Sang Nabi disebutkan menerima wahyu terakhirnya saat sedang melakukan wukuf di Padang Arafah kekita menunaikan haji wada perjalanan haji satu-satunya Nabi Muhammad SAW.

Jabal Rahmah berada dibagian timur Padang Arafah di kota Makkah. Sesuai dengan namanya, jabal berarti sebuah bukit atau gunung, sementara rahmah adalah kasih sayang.

Bukit ini disebut kasih sayang karena di sanalah pertemuan Nabi Adam dan Hawa ketika diturunkan ke bumi secara terpisah. Mereka dipertemukan dan akhirnya bisa kembali merajut kasih sayang.

Di puncak Bukit Kasih Sayang ini, jauh di tengah padang tempat manusia dikembalikan ketitik nol saat menjalani prosesi haji suara yang terdengar hanya kalimat-kalimat thaiyyibah.

Di puncak Jabal Rahmah Islam disempurnakan. Di kaki Jabal Rahmah, umat Islam setiap tahunnya diharapkan peyempurnaan rukunnya.

Satu hal yang dibawa turun dari Bukit kasih sayang itu bukan batu, bukan pasir bertuah namun sebuah niat untuk menjadi lebih arif.

Baca Juga :  Langit Tak Akan Pernah Menurunkan Hujan Emas

Lebih bijak untuk bersama saudara seiman guna mencari persamaan dan bukannya memperlebar jurang perbedaan.

Sebuah fase yang muncul sejak hari pertama berpulangnya Sang Nabi. Saat umat Islam mengkutub dalam sejumlah kutub yang seakan makin menjauh satu sama lain dengan saling menjatuhkan.

Itulah mankanya di puncak Bukit Kasih Sayang (Jabal Rahmah) hendak kiranya mengenang kembali sempurnanya Islam, sebuah ajaran agama pembawa kedamaian yang rahmatan lila’lamiin.

Saniyasnain Khan dalam bukunya Ibadah Haji Agar Kita Memahami Secara Tepat mengungkapkan beberapa hal yang disampaikan Nabi Muhammad SAW kepada para pengikutnya. Pesan itu merupakan pesan terakhir Nabi Muhammnad SAW.

Adapun pesan terakhir rasulullah SAW di Jabal Rahmah, yang merupakan pesan terakhir dari Rasulullah SAW adalah:

[1]. Semua orang yang beriman adalah bersaudara. [2]. Kita harus hidup damai dengan orang lain. [3]. Setiap orang harus menghormati hak-hak dan harta milik tetangganya. [4]. Praktik riba dilarang, yaitu meminjamkan uang dengan memaksa meminjam agar membayar lebih besar daripada uang pinjaman. [5]. Tidak ada perselisihan dan permusuhan diantara kamu. [6] . Kamu harus memelihara keluargamu sepenuh hati. [7]. Aku meninggalkan dua hal, yakni Al Quran dan teladan hidupku. “Jika kamu mengikuti aku, kamu tidak akan menyimpang dari jalan yang benar,” kata Nabi Muhammad SAW. [8]. Ibadah kepada Allah SWT: menegakkan sholat, berpuasa pada bulan Ramadhan, dan membayar zakat dari sebagian rezeki.

Konon ratusan tahun lalu di tempat itulah (Jabal Rahmah), juga Malaikat Jibril disebutkan turun ke bumi untuk terakhir kalinya guna mengucapkan salam berpisahan kepada Nabi Muhammad SAW.

“Wahai Muhammad, sesungguhnya pada hari ini telah disempurnakan urusan agamamu, maka terputuslah apa yang telah diperintahkan oleh Allah Swt dan demikian juga apa yang terlarang olehnya. Oleh karena itu kumpulkan para sahahabatmu dan beritahu kepada mereka bahwa hari ini adalah hari terakhir aku bertemu dengan kamu.”

Baca Juga :  Generasi Muslim Milenial Berkarakter

Dengan pesan terakhir dari Malaikat Jibril tersebut mengiringi turunnya wahyu pamungkas Sang Nabi. Maka Surat Al Mai’dah ayat 3 yang disebut sebagai tanda kesempuranaan ajaran Islam. Wallahu a’lam bish sahwab. (asw)