Dampak Game Online pada Kesehatan Tubuh Remaja Usia Dini

Opini357 views

BERBAGI News – Kesehatan dalam kamus besar bahasa Indonesia artinya ada dua yaitu keadaan (hal) sehat dan kebaikan keadaan (badan dan sebagainya). Kesehatan merupakan suatu keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis serta tidak adanya penyakit atau kelemahan (Presiden RI, 2009). Dari definisi diatas jelas bahwa orang dapat dikatakan sehat itu mencakup aspek fisik (badaniah) dan juga rohani (spiritual) dan juga sosial. Berbagai faktor sosial berpengaruh terhadap kondisi kesehatan, seperti perilaku individu, kondisi sosial, genetik dan biologi, perawatan kesehatan, dan lingkungan fisik.

Tak hanya itu dalam siklus kehidupan, masa remaja merupakan masa keemasan, yang mana pada usia ini terjadi banyak perubahan dan masalah, yang jika tidak segera ditangani akan menjadi masalah yang berkepanjangan dan berdampak serius. Salah satu masalah remaja yang memerlukan perhatian adalah masalah kesehatan, dimana kesehatan merupakan elemen penting manusia untuk dapat hidup produktif. Remaja yang sehat adalah remaja yang produktif sesuai dengan tingkat perkembangannya.

Remaja adalah harapan bangsa sehingga berlebihan jika dikatakan bahwa masa depan bangsa yang akan datang akan ditentukan pada keadaan remaja saat ini, masa remaja merupakan masa peralihan dari masa anak-anak ke masa dewasa. Masa ini sering disebut dengan masa pubertas. Perubahan masa remaja akan mempengaruhi kebutuhan, absorpsi, serta cara penggunaan zat gizi. Hal ini disertai dengan pembesaran organ dan jaringan tubuh yang cepat. Perubahan hormon yang menyertai pubertas juga menyebabkan banyaknya perubahan fisiologis yang berpengaruh pada kebutuhan gizi remaja.

Seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan zaman serta semakin canggihnya teknologi dalam hal bermainpun remaja sudah menggunakan teknologi yakni game online.

Baca Juga :  Jalan Keluar Kemelut Pasar Seketeng

Game online adalah sebuah jenis permainan yang hanya bisa dimainkan apabila perangkat yang digunakan untuk bermain game terkoneksi dengan jaringan internet. Jadi, jika seseorang ingin bermain game online, maka perangkat yang dia gunakan harus terhubung dengan jaringan internet. Jika tidak terhubung, maka game online tersebut tidak bisa dimainkan. Biasanya game online memungkinkan satu pemain (player) game untuk dapat saling terhubung dengan pemain yang lain. Sehingga hal tersebut dapat memungkinkan pemain satu dengan pemain yang lainnya saling berkontak, baik itu dalam bentuk permainan (seperti pukul-memukul, kejar-kejaran, dan lain-lain) atau bisa juga saling berkirim pesan. Tentunya hal itu mirip seperti layanan pada layanan sosial media.

Sehingga banyak remaja kecanduan game online akan berdampak positif apabila dimanfaatkan untuk hiburan (Adams, 2013), di mana segala rasa penat dan stress dapat dikurangi dengan bermain game (Russoniello, O’Brien, & Parks, 2009). Namun yang terjadi saat ini, game online banyak dimainkan secara berlebihan dan digunakan sebagai tempat untuk melarikan diri dari realitas kehidupan sehingga yang terjadi adalah kecanduan game online (Hussain & Griffiths, 2009).

Remaja dianggap lebih sering dan lebih rentan terhadap kecanduan game online daripada orang dewasa. Masa remaja yang berada pada periode ketidakstabilan, cenderung lebih mudah terjerumus terhadap percobaan hal-hal baru. Masa remaja juga lekat dengan stereotype periode bermasalah yang memungkinkan percobaan terhadap hal baru tersebut berisiko menjadi perilaku bermasalah. Akibatnya, remaja yang kecanduan game online cenderung kurang tertarik terhadap kegiatan lain, merasa gelisah saat tidak dapat bermain game online.

Kecanduan game online dapat memberikan dampak negatif atau bahaya bagi remaja yang mengalaminya. Dampak yang akan muncul akibat kecanduan game online diantaranya dalam aspek kesehatan. Kecanduan game online mengakibatkan kesehatan remaja menurun. Remaja yang kecanduan game online memiliki daya tahan tubuh yang lemah akibat kurangnya aktivitas fisik, kurang waktu tidur, dan sering terlambat makan. Tak hanya itu terlalu banyak bermain game online juga bisa meningkatkan resiko masalah kesehatan pada organ mata terutama penurunan penglihatan. Riset dari Harvard membuktikan bahwa sinar biru telah lama diidentifikasikan sebagai sinar yang paling berbahaya bagi retina. Setelah menembus bagian luar mata, sinar biru akan mencapai bagian terdalam mata, yaitu retina, dan bisa menimbulkan efek jangka panjang berupa kerusakan pada retina. Selain itu, paparan sinar biru yang berlebihan juga bisa menyebabkan peningkatan risiko degenerasi makula, glaucoma dan penyakit retina degeneratif yang berujung pada kebutaan.

Baca Juga :  Tafsir Shalat Berjamaah di Masjid Saat Wabah

Selain itu dapat mengakibatkan Sindrom Quervain, yang merupakan kelainan disebabkan peradangan tendon. Akibatnya, ibu jari hingga peregangan tangan terasa sakit, sindrom ini disebabkan oleh aktivitas yang berfungsi pada gerakan tangan berulang, salah satunya bermain game online. Rasa sakit tersebut biasanya muncul saat memegang atau mencubit sesuatu dan rasa sakit bisa tambah parah saat mencoba untuk menggerakkan jempol atau memutar pergelangan tangan. Pada beberapa kasus, rasa sakit bisa menjalar keseluruh lengan.

Tidak ada salahnya untuk anak bermain game, apalagi untuk menghilangkan kebosanan, akan tetapi ketika anak tidak bisa berhenti dan lepas dari game favoritnya, kesehatan fisik dan mentalnya bisa dirugikan. Dan untuk mengatasi anak kecanduan game online diantaranya dengan melakukan jadwal main game yang ketat. Dengan begitu, anak bisa membagi waktu antara bermain game dan melakukan kewajibannya. Selain itu letakkan smartphone dan kosol di luar kamar. Membantu anak untuk menyibukkan diri sehingga mengalihkan pandangan mereka dari layar smartphone atau televisi. Bersosialisasi dengan teman dan keluarga. Mengekplorasi bakat di dunia nyata. Menciptakan peraturan dan hukuman yang ketat jika anak melanggar jadwal dan bermain game sesuka hatinya tanpa mengenal waktu. Dan memberikan hadiah jika anak bisa lepas dari game favoritnya, memberikan hadiah diyakini sebagai salah satu cara mengatasi anak kecanduan game online, hadiah yang diberikan pun tidak perlu berupa mainan atau uang, akan tetapi dalam bentuk jalan-jalan keluar rumah atau bertamasya bersama keluarga. Hadiah ini bisa memotivasi anak untuk lepas dari game dan membuatnya lebih aktif bermain bersama keluarga dan teman-temannya. (non)