Kreasi KKN Unram, Kemasan Baru Kain Tenun Khas Desa Setanggor

Lombok Tengah, BERBAGI News – Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa Universitas Mataram (Unram) masih berlangsung sampai dengan tanggal 3 Agustus 2022. Selama KKN mahasiswa dituntut untuk terus berkreasi membantu masyarakat mengembangkan potensi yang ada di desanya.

Mahasiswa KKN Unram menjalin kerjasama dengan Pihak Bumdes Desa Setanggor, Lombok Tengah. Bersama ibu-ibu membuat kemasan (Packaging) untuk produk kain tenun yang telah dikembangkan yakni kain tenun kembang komak, Ragi Genep, Tapok Kemalo, Rang Rang, Keker dan masih banyak lagi.

Kain tenun tersebut merupakan produk Tenun lokal yang telah dikembangkan sebelumnya oleh ibu-ibu penenun yang ada di Desa Setanggor, dima telah menghasilkan beberapa produk jadi. Selanjutnya produk jadi tersebut dikumpulkan dan dipasarkan oleh pihak bumdes atau oleh masyarakat langsung.

Untuk itu, 10 mahasiswa KKN Unram dengan Dosen pendamping Lapangan Ibu Rini S. Saptaningtyas, ST., MSc. berusaha membantu untuk membuatkan kemasan (Packaging) produk yang menarik bagi produk kain Tenun yang telah dihasilkan.

Pembuatan kemasan produk (packaging) merupakan salah satu cara untuk dapat melindungi produk, serta dapat menjadi alat pemasaran menyampaikan pesan komunikasi grafis dan merk langsung kepada pembeli.

“Tujuan pembuatan packaging ini agar nantinya kain Tenun yang dihasilkan tetap aman sampai tangan pembeli, dapat juga menjadi media promosi, serta dapat menambah kenyamanan dan efisiensi dalam pendistribusian produk Tenun,” kata Penanggung jawab program kerja KKN Desa Setanggor, Lalu Kahpi kepada media di Mataram. Jumat (15/07/2022).

Sementara, Ketua Bumdes Desa Setanggor, Kak Isna, mengatakan, dengan adanya kemasan produk (Packaging) yang dibuat Mahasiswa KKN tersebut sangat membantu didalam melakukan pendistribusian kain tenun. Katanya, kain tenun sering dipesan oleh orang yang berada di luar pulau bahkan diluar negeri.

Baca Juga :  Resiko Longsor, Alih Fungsi Lahan Hutan di Desa Aik Berik Lombok Tengah

“Dengan adanya kemasan ini memberikan manfaat yang sangat besar bagi kita yang ada di Bumdes sebagai pengepul dan juga masyarakat Desa Setanggor,” tuturnya.

Salah seorang warga, Ibu Lanang dari Dusun Setanggor Barat 1, mengaku, selama ia menenun hal yang dianggap kurang adalah kemasan untuk  kain tenun.

“Saat kita ingin menjual hasil tenun, yang kami gunakan hanyalah plastik biasa, tapi dengan adanya ide dari mahasiswa KKN Unram ini membantu kita didalam pembuatan kemasan,  memberikan kita semangat lagi di dalam menenun,” ungkapnya.

Ia berharap dengan semua yang telah dilakukan oleh mahasiswa bisa bermanfaat bagi ibu-ibu penenun lainnya.

KKN Unram Desa Setanggor juga berharap, dengan pembuatan kemasan produk bagi produk kain Tenun Desa Setanggor yang dihasilkan dapat membantu masyarakat dalam memasarkan sekaligus memperkenalkan produk lokal yang telah mereka kembangkan ke masyarkat yang lebih luas. (red)