“Sambal Maik Sasak Samawa“, Hasil Karya KKL Tematik Unsa Desa Sekokat Labangka

Penulis: Dra, Asmini, MM (Dosen Tetap Fak Ekonomi dan Manajemen Unsa)

BERBAGI News – Berdasarkan konsep Kuliah Kerja Lapangan (KKL) yaitu kegiatan tematik intrakurikuler  yang memadukan kegiatan Tri Darma Perguruan Tinggi dengan cara memberikan kepada mahasiswa  pengalaman belajar dan mengembangkan aspek kepekaan yang berorientasi kemasyarakatan dalam hal pengabdian keilmuannya, pengajaran, intraksi sosial yang dilakukan di luar kampus dalam waktu, mekanisme kerja dan persyaratan tertentu dan tematik mempunyai kepastian tema dan program kerja kegiatan yang akan di kerjakan. seperti Universitas Samawa (Unsa) Sumbawa telah menetapkan ada 5 program kerja utama dengan tema, desa wirausaha, desa wisata, desa tahan pangan, desa sadar hukum dan desa budaya yang akan dikembangkan sesuai potensi Lokal Desa. adapun Tema KKL Tematik Unsa yaitu mengembangkan potensi lokal melalui pemberdayaan masyarakat desa di era global

KKL Kelompok 11 Desa Sekokat yang beranggotakan 10 0rang, Muhammad Ikbal  (Ketua), Raomatul Hidayati (Sekretaris), Intan Komalasari (Bendahara), Ella Juwita  (Devisi Humas), Wahyu Mustawan (Devisi Humas), Muhammad Waladus Suja (Devisi Humas), Abdul Husni (Sosial dan Kesejahteraan), Marlina (Sosial dan Kesejahteraan), Karmi Safitri  (Seksi  Dok dan Media), dan Mu’mina Nurasri  (Seksi  Dok dan Media). Serta dengan Dosen Pembimbing lapangan (DPL) Dra. Asmini, MM.

Dra. Asmini, MM, mengarahkan mahasiswa KKL untuk melakukan observasi atau survey lapangan untuk menemukan potensi apa yang ada di seputaran desa Sekokat selanjutnya menyusun proram kerja sesuai potensi desa dengan kesepakatan bersama Pemerintah dan tokoh masyarakat, tokoh agama,  pemuda dan masyarakat Desa Sekokat, dan kemudian tersusunlah Program Kerja  KKL Kelompok 11  Desa Sekokat.

Sebagai upaya optimalisasi keseluruhan proses kegiatan KKL sesuai proram kerja yg telah di sepakati bersama, Dosen Pembimbing Lapangan  bersama Tim Monitoring dan evaluasi (Monev) Kecamatan Labangka Ibu Hj. Siti Hawa, M.Pd, Ibu Sri Hidayati, M.Si dan Ibu Irma Suryani, M.Pd  mengunjungi posko KKL untuk memantau secara langsung kelengkapan administrasi serta   pelaksanaan program kegiatan  mahasiswa KKL.

Baca Juga :  Di Era Industri, Jadikan Mutiara Lombok sebagai Program Digitalisasi UMKM
Kegiatan Monev

Dari beberapa program kerja KKL, salah satu  program kerja  yang  di aflikasikan dan dikembangkan  adalah Program Desa  Wirausaha sesuai hasil Survei lapangan Mahasiswa KKL  menemukan potensi lokal tanaman cabe yang cukup banyak.

Potensi Tanaman Cabe

Cabe ini hanya di konsumsi dan di jual ke konsumen, belum ada upaya pengembangannya untuk menambah nilai ekonomi. KKL Tematik kelompok 11 desa sekokat bertekat untuk mengembangkan potensi komoditi tersebut sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat sehingga nilai ekonominya menjadi lebih berdaya guna dalam meningkatkan ekonomi masyarakat dengan mengolah cabe menjadi sambal cabe.

Dalam proses pengolahan mahasiswa KKL UNSA bekerjasama dengan kelompok PKK dan kelompok masyarakat petani Cabe.  Sebelum mengolah buah cabe menjadi sambal cabe mahasiswa KKL UNSA Desa Sekokat  terlebih dahulu melaksanakan kegiatan Workshop dan Pelatihan dengan Tema “Mengelolah Hasil Pertanian“ dengan peserta Workshop Ibu PKK dan Kelompok Masyarakat Petani  Cabe.

Peserta Workshop

Setelah melakukan workshop dan selanjutnya melakukan Pelatihan serta Praktek mengolah buah cabe menjadi Sambal dan juga dalam praktek ini mahasiswa KKL Desa Sekokat bekerja sama dengan kelompok PKK dan kelompok masyarakat Petani cabe.

Photo Proses mengolah cabe menjadi produk sambal cabe

Dengan adanya produk “Sambal Maik Sasak Samawa “SEKOKAT VILLAGE“ ini diharapkan bisa menjadi salah satu karya ciptaan KKL Unsa yang bermanfaat  bagi masyarakat dalam memanfaat potensi lokal desa dan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat secara berkesinambungan dan kedepan bisa menjadikan desa sekokat  sebagai  Desa Wirausaha (Entrepreneur Village) dalam  jangka panjang sebagai  Desa  Binaan Unsa. (red)