Suarakan Isu kenaikan BBM, KAMMI PD Lombok Timur Turun ke Jalan

Peristiwa53 Views

Lombok Timur, BERBAGI News – Indonesia di tengah pemulihan ekonomi dengan adanya kenaikan isu Bahan Bakar Minyak (BBM) pada awal mulanya kenaikan BBM jenis Pertamax cukup membuat pukulan keras bagi keadaan masyarakat Indonesia. pemerintah seakan kembali memberikan sinyal akan adanya kenaikan harga BBM subsidi jenis RON 90 (Pertalite) dan Solar.

Sebagai bentuk penolakan keras terhadap isu kenaikan BBM, kesatuan aksi mahasiswa muslim indonesia (KAMMI) Pengurus Daerah Lombok Timur menggelar Aksi mimbar bebas dan membawa poster yang bertuliskan penolakan yang bertempat di simpang empat Selong Lombok Timur tepatnya didepan kantor Bank BRI Selong.

“Mari kita melihat isu kenaikan BBM sebagai isu yang menjadi permasalahan kita secara bersama dan harus di suarakan secara bersama baik itu mahasiswa dan aktivis lainnya,” kata Ketua umum KAMMI PD Lotim, Muhammad Habiburahman saat di lokasi aksi. Rabu (02/09/2022).

Lanjut Habib, sebab pemerintah seakan  kembali memberikan sinyal akan adanya kenaikan harga BBM jenis ron 90 (pertalite) dan solar. dalam hal ini menteri koordinator bidang kemaritiman dan investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut kenaikan harga BBM akan diumumkan presiden Jokowi pekan ini.

“Jika memang benar harga pertalite yang awalnya Rp7.650, di naikan menjadi Rp10.000, kenaikannya cukup besar dengan selisih kenaikan yakni Rp2.350,” paparnya.

Namun, kata habib, pada tanggal 1 September 2022 rapat di senayan dilakukan dengan pembahasan kenaikan harga BBM, padahal itu belum diputuskan secara resmi tentang kenaikan atau tidak di naikan harga BBM.

Sementara, Kepala Bidang Kebijakan Publik KAMMI PD Lombok Timur, Noly Aditiya, menyampaikan pada tanggal 1 September 2022 memang rapat di Parlemen di lakukan dengan pembahasan BBM. Namun hal tersebut seakan belum memberikan putusan final akan adanya kenaikan atau tidak terhadap BBM subsidi.

Baca Juga :  Satu Luka Disabet Parang, Final Futsal di Lombok Timur Ricuh

“Jangan sampai kompensasi bantuan sosial (bansos) yang di naikan sebanyak Rp 18,6 triliun, sebagai dalih bahwa adanya bantuan di atas kenaikan BBM nantinya,” kata Noly.

KAMMI PD Lombok Timur tetap merespon keadaan isu kenaikan BBM ini dengan menyuarakan di jalanan, jikalau memang benar adanya kenaikan BBM terjadi seperti isu yang ada, KAMMI PD Lombok Timur tidak akan segan segan turun lagi di jalan sebagai bentuk pelawanan rakyat Indonesia. (red)