Mempersiapkan Generasi Ahli Shalat

Religi71 Views

Aswan Nasution, bersama anak bangsa, semoga mereka bisa menjadi sosok yang amanah, berani menegakkan keadilan, tidak takut kecuali hanya kepada Allah, juga senantiasa menebar kemashlahatan ditengah kehidupan masyarakat.

“Ya Tuhanku, Jadikanlah aku beserta anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, yaa Tuhan kami, perkenankanlah doaku.” [QS. Ibrahim (14): 40].

DALAM syariat Islam, ibadah shalat tidak sekedar dipandang penting tetapi juga prinsip. Dia juga menjadi bukti keimanan seseorang. “Pemisah antara seorang hamba dengan kekufuran dan keimanan adalah shalat.” demikian sabda Rasulullah Saw diriwayatkan oleh ath-Thobari.

Dalam perspektif peradaban, shalat menjadi pertanda baik buruknya suatu generasi. Jika suatu generasi senantiasa menegakkan shalat, menunjukkan generasi dimasa itu baik. Begitupun sebaliknya.

Sebagaimana firman Allah Swt dalam surah Maryam ayat 59: ” Maka datanglah sesudah mereka, pengganti [yang jelek] yang menyia- nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.” [QS. Maryam (19): 59].

Sebuah zaman berbahaya, jika generasi yang hidup didalamnya tidak memperhatikan urusan shalat. Kalau sebuah kewajiban terhadap Tuhannya diremehkan, kewajiban kepada manusia akan lebih diremehkan lagi. Seperti itulah bahayanya.

Karena itu, para orangtua mesti serius mendidik dan mengawasi anaknya dalam ibadah fardhu tersebut. Allah Swt pun berfirman, “Dan perintahkanlah keluargamu untuk melaksanakan shalat dan bersabarlah dalam mengerjakannya,…” [QS. Thaha (20): 132].

Para orangtua shalih zaman dahulu memandang pendidikan shalat sebagai perkara yang utama. Sehingga mereka begitu serius mendidik anaknya agar menjadi ahli shalat. Mereka tidak segan untuk menghukum anaknya ketika lalai menunaikannya. Sanksi itu diberikan bukan karena benci, tapi sebagai perwujudan rasa cinta agar anaknya selamat.

Begitulah para orangtua shalih terdahulu dalam mendidik anaknya untuk menunaikan shalat. Dan sudah sepatutnya para orangtua Muslim di zaman kini untuk memberikan perhatian dalam menegakkan perintah shalat tersebut.

Baca Juga :  Hemat Bukan Berarti Kikir

Apapun kesibukan atau profesi orangtua, mendidik anak untuk shalat sejak usia dini mutlak diutamakan. Dengan begitu, kita berharap anak-anak akan tumbuh menjadi generasi ahli shalat, senantiasa dekat denganNya bahkan mencintai dan di cintai-Nya.

Anak-anak kita, boleh jadi di masa mendatang akan menduduki posisi-posisi strategis di pemerintahan. Bahkan akan menggenggam dapuk kekuasaan di negeri ini. Betapa bahagianya ketika yang diamanahi untuk mengurus umat dan negeri ini dimasa mendatang adalah anak-anak kita yang telah terdidik jiwanya dengan ibadah shalat.

Dan semoga mereka bisa menjadi sosok yang amanah, berani menegakkan keadilan, tidak takut kecuali hanya kepada Allah, juga senantiasa menebar kemashlahatan di tengah kehidupan masyarakat.

Tentu itu adalah harapan kita semua sebagai orangtua. Selain ikhtiar, yang tak boleh dilupakan ialah berdoa agar anak-anak dijadikan sebagai generasi ahli shalat.

“Ya Tuhanku, jadikanlah aku beserta anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, yaa Tuhan kami, perkenanlah doaku.” [QS. Ibrahim : [14]: 40]. Allahu a’lamu bishshowab.

Wassalam.
Oleh: Al-Faqir Aswan Nasution
Selamat membaca dan Semoga bermanfaat
[Sumber: Suara Hidayatullah, Edisi 5. 2021].