Ikatan Keluarga Muslim Sumatera Utara [IKAMSU] Lombok Pererat Silaturahmi

Daerah70 Views

Lombok Tengah, BERBAGI News – IKATAN Keluarga Muslim Sumatera Utara [IKAMSU] Mataram merupakan satu wadah perkumpulan orang-orang Medan yang berdomisili atau dalam perantauan di pulau Lombok, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

IKAMSU bahwa keberadaannya di pulau Lombok ini sekitar 35 tahun, seiring dengan perjalanan waktu pengurusnya pun sudah berganti-ganti dari masa ke masa, adapun sekarang ini sebagai ketuanya adalah Dr. H. Abdul Razak Dalimunte, D, Sp.A.

Sebagai kegiatan dan program IKAMSU tersebut adalah berkiprah dalam bidang sosial dan sering berbagi kepada sesama, seperti menyantuni anak yatim, fakir miskin dan lainya, yang utama menjadi program prioritasnya adalah setiap bulannya mengadakan pengajian rutin atau pendalaman ajaran agama Islam yang beretempat bergiliran dari rumah ke rumah anggota satu dan lainnya.

Alhamdulillah pada bulan ini hari Ahad, tanggal 18 September 2022 yang menjadi tuan rumah adalah H. Richad Siregar, yang mengambil lokasi di Desa yang pernah meraih pengharagaan sebagai Desa Wisata Award 2017 dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, tepatnya Desa Wisata Hijau Bilebante Peringgerate Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat [NTB].

Dalam kesempatan ajang silaturahim dan pengajian tersebut hadir para tokoh dan sesepuh IKAMSU diantaranya, Dr.H. Abdul Razak Dalimunte, D, Sp. A. H. Ruslan SH., H. Lafat Akbar, M.Hum, Drs. H. Syarifuddin Ginting, Aswan Nasution, Zuprin MP.d. H. Robaah Harahap, H. Richad Siregar, Amri Siregar, Rustam, Syawal, H. Syahrial Siregar, H. Ir. Agus Hasibuan, H. Syahyaman Harahap, MH., Budi Lubis, Andi Sormin, dan lainnya yang didampingi oleh isteri masing-masing, juga dihadiri beberapa mahasiswa/mahasiswi yang berasal dari Sumatera Utara yang belajar di Universitas yang ada di Mataram.

Baca Juga :  Polresta Mataram Siapkan 634 Personel Pengamanan Pilkada

Sebelum acara pengajian tersebut disampaikan sepata kata atau kata pembuka oleh Zuprin MPd, yang mewakili atas nama Ketua IKAMSU Dr. H. Abdul Razak Dalimunte, SP.a. menyampaikan yang merupakan harapan bahwa kegiatan silaturahim ini serta pengajian yang dilaksanakan setiap bulan ini secara rutin hendaknya dapat menjadikan kita semakin akrab, kuat dan kokohnya tali silaturrahim didalam perantauan ini, dan keberadaan kita disini [Mataram] dapat membawa manfaat dan berkah dilingkungan dimana kita berada. Sehingga IKAMSU dapat dicintai dan disayangi, dimana saja ia berada.

Ustazd Aswan Nasution, sedang menyampaikan taushiyahnya kepada jamaah Ikatan Keluarga Muslim Sumatera Utara [IKAMSU] Lombok.

Sedangkan sebagai penceramah rutin adalah Ustadz Aswan Nasution, yang tidak asing lagi ditengah-tengah peguyuban Ikatan Keluarga Muslim Sumatera Utara [IKAMSU] ini, karena beliau sangat aktif juga dalam hal kegiatan pembinaan keruhanian ini.

Adapun dalam taushiyah yang disampaikan Ustadz Aswan Nasution memaparkan terkait tentang pentingnya berdoa. Ungkapan Ustadz Aswan Nasution, “Doa menjadi bagian penting dalam setiap usaha manusia. Berdoa berarti mengetahui bahwa Allahlah yang menentukan segala usahanya.

Doa bisa diartikan sebagai suatu permonan dan pujian dalam bentuk ucapan dari hamba yang kedudukannya pada Rabb Yang Mahatinggi. Orang ayang tidak mau berdoa kepada Allah bisa dikatakan orang yang takabur [sombong] karena tidak menempatkan Allah sebagai penentu segalanya.

Ustazd Aswan, mengatakan, sejatinya, tujuan berdoa adalah meningkatkan kedekatan diri kepada Allah SWT sekaligus untuk memperbaiki diri. Lanjut beliau, kita banyak meminta dan berharap pada Allah, tetapi sibuknya meminta kadang membuat kita meminta [doa] sembari berusaha untuk mengubah diri [ikhtiar], Allah akan memberikan apa yang kita minta karena doa itu hakikatnya adalah pengiring agar kita bisa mengubah diri.

Baca Juga :  Festival Pesanggrahan 2022, KKN Tematik Unram Seru dan Penuh Edukasi

Manfaat doa begitu besar dalam kehidupan manusia. Dengan doa, kedamaian dapat diraih, semangat hidup dapat ditingkatkan, dan emosi dapat dikendalikan. Dengan doa, ada harapan yang terbentang. Doa juga menjadi penyejuk pada saat menghadapi musibah. Doa adalah tempat kembalinya manusia setelah seharian melakukan usaha [ikhtiar].

Sebagai penutup taushiyahnya dibacakan firman Allah Swt pada surah Al Baqarah ayat 186. “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu [Muhammad] tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku.” [QS. Al-Baqarah: 186]. Pungkasnya.