Tradisi Nyongkolan, Warga di Lombok Antusias Turun ke Jalan

Senggigi, BERBAGI News – Salah satu tradisi yang paling menarik menurut para wisatawan yang sedang berkunjung ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) adalah tradisi nyongkolan.

Nyongkolan merupakan sebuah tradisi dimana sepasang pengantin di arak beramai-ramai layaknya seorang raja menuju rumah sang pengantin wanita.

Arak-arakan ini diiringi dan diramaikan dengan berbagai macam alat musik tradisional dan kesenian khas suku Sasak, salah satunya adalah musik tradisional Gendang Beleq (Gendang besar).

Tujuannya agar para warga sekitar mengetahui bahwa pasangan pengantin tersebut sudah menjadi sepasang suami istri yang sah.

Saat pelaksanaan tradisi nyongkolan ini berlangsung, arak-arakan pasangan pengantin didampingi oleh para terune dan dedare (Remaja dan remaji) sasak. Juga ditemani oleh para tokoh agama, tokoh masyarakat, atau pemuka adat beserta sanak saudara berjalan mengelilingi dusun dan desa.

Seperti yang terlihat di Dusun Kerandangan, Desa Senggigi, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat pada Sabtu sore (27/8/2022). Tampak para peserta arak-arakan nyongkolan tersebut antusias turun kejalan sambil mengenakan pakaian khas adat suku Sasak.

Untuk pakaian pengiring wanita menggunakan baju lambung, ada juga juga menggunakan baju kebaya, kain songket (sarung khas Lombok), penghias kepala, anting dan asesoris lainnya. Sementara bagi pengiring laki-laki menggunakan baju model jas berwarna hitam, sarung tenun panjang khas Lombok dan sapuk (ikat kepala khas Lombok). 

Dikonfirmasi, Kadus Kerandangan M. Ramli menerangkan, tradisi nyongkolan di dusun Kerandangan pada Sabtu sore tersebut merupakan acara nyongkolan pertama kali digelar pasca pandemi Covid-19. Dimana, sejak awal April 2020 lalu, Indonesia bahkan dunia dilanda virus Corona Covid-19, sehingga harus jaga jarak dan tidak bolehkan ada keramaian termasuk kegiatan nyongkolan.

Baca Juga :  Gerabah Banyumulek Lombok Barat

“Alhamdulillah, sekarang sudah aman dan kita diperbolehkan untuk mengadakan keramaian termasuk acara nyongkolan ini,” katanya.

Dalam kesempatan ini juga, Kadus Ramli memberikan himbauan kepada masyarakat yang ikut dalam kegiatan nyongkolan agar senantiasa menjaga situasi Kamtibmas agar tetap kondusif. Karena tidak di pungkiri, tingkat antusiasme masyarakat dalam melihat hadirnya acara tradisi nyongkolan yang dua tahun terakhir ditiadakan ini mengundang banyak pasang mata sehingga perlu disadari bahwa terdapat potensi-potensi terjadinya aksi saling dorong satu sama lain. (**).