Remaja Cerdas Tanpa Pergaulan Bebas

Oleh: Sagita Eka Putri

BERBAGI News – Masa remaja merupakan masa peralihan bahkan masa yang penuh tantangan, dimana seorang remaja tumbuh menuju kematangan. Namun, globalisasi telah banyak mempengaruhi remaja yang pada dasarnya dituntut untuk menjalankan tugas-tugas remaja yang harus dijalani. Bahkan sudah banyak sekali remaja di era sekarang terpengaruhi hingga melakukan hal yang diluar kebatasan yaitu pergaulan bebas.

Hamil diluar nikah, adalah satu dampak terburuk yang bisa dialami oleh remaja atau seseorang yang terlalu bebas dalam pergaulan atau dikenal dengan istilah terjebak pergaulan bebas. Jika sudah demikian, tentu masa depan mereka sudah tidak menarik lagi.

Masa depan yang suram, depresi, bahkan yang paling memburuk bias menyebabkan bunuh diri. Sangat disayangkan, namun hamil diluar nikah di era sekarang sudah menjadi kebiasaan di masyarakat bukan lagi suatu kecanggungan.

Photo Ilustrasi; siswa SMA yang sedang meminum minuman terlarang dan merokok.

Pergaulan bebas merupakan satu fenomena yang marak muncul dikalangan remaja. Umumnya bukan hanya bagi remaja di perkotaan, namun hingga ke daerah terpencil sekalipun, pergaulan bebas telah lekat dengan dunia remaja.

Fenomena di lapangan yang terjadi dewasa ini, seperti media hiburan, pergaulan muda-mudi, serta sejumlah sarana lainnya telah memberikan ruang yang cukup rentan bagi remaja untuk terjebak dalam pergaulan bebas seperti memakai narkoba, minum minuman alkohol, hingga seks bebas.

Masa remaja memang identik dengan pergaulan. Masa- masa yang akan menjadi banyak cerita dalam suatu proses pertumbuhan. Kata orang-orang yang santer didengar, remaja kalau tidak bergaul, tidak menikmati hidup. Namun yang perlu dikaji adalah penyebab remaja butuh pergaulan.

Apakah merupakan satu kebutuhan, keinginan atau hanya sekedar ikut-ikutan saja agar tidak ketinggalan dan dicap sebagai remaja yang tidak mengkuti trend yang ada.

Baca Juga :  Pembukaan PMM UMM kelompok 93 Desa Sidomulyo telah resmi dibuka ditengah Pandemi Covid-19

Berbicara tentang remaja siapakah sebenarnya remaja itu? Remaja berasal dari kata latin adolensence yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa.

Istilah adolensence mempunyai arti yang lebih luas lagi yang mencakup kematangan mental, emosional sosial dan fisik. Pada masa ini sebenarnya tidak mempunyai tempat yang jelas karena tidak termasuk golongan anak tetapi tidak juga golongan dewasa atau tua (dalam Ali.M dan Asrori.M, 2016)

Seorang  remaja  juga  harus  bisa  menjaga  diri.  Hal  ini  mampu  dilakukan  pada  remaja  yang  mempunyai  kejelasan  konsep  hidup  dalam  menjalani  hidupnya.  Orang  tualah  yang  sejak  usia  dini  harus  menanamkan  dasar  yang  kuat  pada  diri  anak  bahwa  Allah  SWT  menciptakan  manusia  untuk  beribadah  kepada-Nya. 

Jika  konsep  hidup  yang  benar  telah  tertanam  maka  remaja  akan  memahami  jati  dirinya,  menyadari  tugas  dan  tanggung jawabnya, mengerti  hubungan dirinya dengan  lingkunganya.  Kualitas  akhlak  akan  terus  terpupuk  dengan  memahami  batas-batas  nilai,  komitmen  dengan  tanggung  jawab  bersama  dalam  masyarakat. 

Remaja  akan  merdamai  di  rumah  yang  terbangun  dari keterbukaan, cinta kasih, saling memahami di antara sesama keluarga.  Pengawasan  dan  bimbingan  dari  orang  tua  dan  pendidik  akan  menghindarkan  dari  pergaulan  bebas. (sgt)