Berbagi Adalah Kunci Hidup yang Nyata Bagi Manusia Sebenarnya

Berbagi68 Views

BERBAGI News – Mungkin memang belum banyak ilmuan yang melakukan penelitian untuk membuktikan kebenaran teori ajaran religi, yang menyebutkan bahwa banyak memberi akan membuat kehidupan manusia menjadi lebih berarti. Tentu juga belum banyak penelitian yang membuktikan bahwa sebagian pemahaman, bahkan mengatakan bahwa tidak akan ada hidup tanpa berbagi.

Pemahaman tentang keyakinan itu belakangan mendapat atensi khusus dari Dr. Dewa Wijaya seorang pemerhati sosial budaya yang beberapa waktu terkahir banyak memanfaatkan waktunya untuk mendalami pemahaman tentang tata cara hidup sosial masyarakat di Indonesia.

“Memang bukan hal baru dan pasti terkesan klise jika saya katakan benar bahwa hidup tanpa berbagi itu sama saja dengan tidak hidup,” ungkap Dr. Dewa Wijaya pada satu kesempatan di awal bulan Agustus 2022.

Ia menjelaskan bahwa penelitian secara empiris memang belum banyak terdengar dilakukan para ahli, namun pembuktian secara nyata telah banyak bisa disaksikan mengenai cara pandang dan keyakinan tersebut.

“Sudah banyak buktinya kok, manusia yang pandai berbagi dengan sesama akan mendapat hidup yang bermakna. Sederhananya Ia akan benar mendapat makna kehidupan. Namun sebaliknya jika tidak pandai berbagi, hidup seseorang bisa jadi berkelebihan namun kosong dan cenderung akan banyak rintangan,” sambung Doktor Ahli Hukum Pidana yang saat ini masih aktif berkiprah sebagai aparat penegak hukum di jajaran Kepolisian RI tersebut.

Diakui Dewa bahwa memilih cara hidup dengan banyak berbagi itu memang tidak mudah. Bahkan bagi sebagian besar orang akan sangat sulit untuk difahami dan sama sekali tidak masuk akal. Sebaliknya, banyak orang yang akan menilai bahwa hidup dengan tidak banyak berbagi itu akan jauh lebih mudah dan lebih masuk akal.

Baca Juga :  Polresta Mataram Berikan Bantuan Material Semen Di Mushola Al Ikhlas Gomong

“Namun ternyata banyak hal yang akal manusia tak bisa jangkau dengan mudah. Juga banyak hal yang tidak harus difahami oleh semua orang. Namun bukan berarti bahwa cara hidup nyaman dengan banyak berbagi itu tidak bisa dibuktikan secara empiris lho,…” sambung Dewa.

Dewa mencontohkannya dengan kehidupan yang terjadi di alam. Dimana Laut Mati dan Danau Galilea yang berada di Timur Tengah berada pada kondisi yang sangat jauh berbeda, meski mendapat air dari sumber yang sama.

“Keduanya mendapat air dari sumber yang sama yaitu Sungai Yordan. Danau Galilea penuh dengan kehidupan ikan dan tumbuhan karena mengalirkan kembali airnya ke sungai-sungai kecil di sekitarnya. Sementara, sama sekali tidak ada kehidupan di laut mati karena ia menampung penuh air yang diterimanya tanpa ada tempat menyalurkan kembali,” ungkap Dewa Wijaya menutup diskusi singkatnya. (red)