Pupuk Langka, KKN Tematik Unram Desa Segara Katon Buat Pupuk Kompos

BERBAGI News – Kelangkaan pupuk belakangan ini melanda sebagian besar petani di NTB, seperti yang dirasakan oleh petani di desa Segara Katon. Dengan terjadinya kelangkaan pupuk tersebut, menimbulkan keresahan bagi petani ketika komoditi pertanian sudah terlanjur ditanam.

Pupuk memiliki peran penting dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Oleh sebab itu, masyarakat dan pemerintah desa harus mencari cara alternatif untuk mengatasi permasalahan pupuk tersebut demi kelangsungan kegiatan pertanian.

Ketua kelompok KKN Tematik Unram desa Segara Katon, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, Ahmad Satria menyatakan sejauh ini di desa Segara Katon sendiri terkait pemberian pupuk yang didapat oleh masyarakat masih belum merata.

“Adanya sisa sampah organik dari kegiatan rumah tangga juga sangat potensial untuk dimanfaatkan. Sehingga salah satu alternatif untuk mengatasi kelangkaan pupuk di desa segara katon yang bisa dilakukan saat ini adalah pembuatan pupuk kompos dari limbah-limbah organik yang dihasilkan oleh masyarakat desa Segara Katon seperti sampah organik rumah tangga, kotoran ternak, sisa-sisa pertanian dan limbah organik lainnya.” Kata Satria. Selasa (10/01/2022).

Dalam hal ini, mahasiswa KKN Tematik Unram juga bekerjasama dengan salah satu pihak dari bank sampah “Kekait Berseri” dari Gunungsari Lombok Barat sebagai pemateri dalam acara sosialisasi dan pelatihan tersebut. Pelatihan ini dimulai dari tahap pengenalan dan persiapan bahan, praktek pembuatan Bioaktivator/ MOL (cairan pengurai sampah) tanpa bahan kimia, dan praktek pengaplikasian MOL ke dalam tong komposter. Hal ini sangat disambut baik oleh masyarakat. Pada sesi diskusi pun peserta pelatihan sangat aktif dan responsif. Sebagai wujud apresiasi kepada peserta, pada kesempatan ini mahasiswa KKN memberikan tong komposter secara simbolis.

“Alhamdulillah setelah mengajukan proposal dan berdiskusi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Utara, kami mendapatkan bantuan pengadaan tong komposter sejumlah 15 buah. Tong Komposter ini digunakan untuk memproduksi pupuk organik cair yang berasal dari limbah rumah tangga berupa sisa sayuran, kulit buah-buahan, dan bahan organik lainnya. Ada 2 bentuk pupuk yang dihasilkan dari tong komposter ini, yaitu berupa cairan dan padatan. Cairan ini sebagai pupuk organik cair (POC) dan endapan di bagian bawahnya sebagai pupuk padat. Manfaat pupuk organik ini tidak hanya sebagai solusi kelangkaan pupuk tetapi juga bisa mengatasi permasalahan lingkungan seperti sampah organik.” ungkap Satria.  

Baca Juga :  Ditolak!, Pembangunan Kawasan Industri Hasil Tembakau oleh Masyarakat Desa Paokmotong

Sementara, Kepala Dusun Karang Jurang, Hafizin mengatakan sebelumnya pernah membeli pupuk cair yang terbukti hasilnya pada tanaman. Kemudian timbul keinginannya untuk mempelajari teknik pembuatannya, namun belum ada mentoring untuk hal tersebut.

“Dengan adanya kegiatan dari mahasiswa KKN Tematik ini, kami harapakan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat pada sektor pertanian terutama dalam hal alternatif untuk mengatasi kelangkaan pupuk yang sangat meresahkan para petani,” katanya.

Melalui program kerja mahasiswa KKN Tematik Unram ini, warga desa menaruh harapan besar agar dapat dikembangkan dan tidak perlu membeli pupuk cair lagi guna menghemat pengeluaran petani.

                      Gambar 1. Bioaktivator (MOL)          Gambar 2. Hasil Pupuk Organik Cair (POC)