Terbaik, Layanan Paspor Simpatik Akhir Pekan diapresiasi Masyarakat

Daerah52 Views

Mataram, BERBAGI News – Layanan paspor simpatik pada akhir pekan yang dilaksanakan Kantor wilayah Kemenkumham NTB melalui Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram, mendapat apresiasi masyarakat yang memanfaatkan fasilitas layanan tersebut.

Salah seorang penerima manfaat layanan paspor simpatik, Kurnia Hariani (32), yang berprofesi sebagai tenaga medis (perawat), ditemui saat mendapatkan pelayanan merasa sangat terbantu dengan layanan paspor simpatik akhir pekan.

“Menurut saya pembukaan Kantor Imigrasi di hari libur sangat membantu, karena kita butuh pelayanan yang cepat di hari libur. Sangat membantu sekali,” katanya.

“Layanannya cepat, petugasnya baik dan ramah,” imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan seorang karyawan swasta asal Praya, Lombok Tengah atas nama Sahlan (38).

“Saya rasakan pelayanannya maksimal, kita tidak sampai berjam-jam, cukup 10-15 menit sudah selesai,” tutur Sahlan.

Kepala Imigrasi Mataram melalui Kepala Sub Seksi Komunikasi Keimigrasian Komang Artha Wijaya, mengatakan bahwa layanan paspor simpatik digelar sesuai Instruksi Direktorat Jenderal (Dirjen) Imigrasi.

“Program ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Bhakti Imigrasi, yang jatuh pada tanggal 26 Januari 2023 mendatang,” ungkapnya. Minggu (15/01/2023)

Ditegaskan, kegiatan layanan paspor simpatik akan terus diadakan hingga puncak Hari Bhakti Imigrasi (HBI) 2023.

“Layanan paspor simpatik akan terus kami buka di akhir pekan, hingga nanti tiba Hari Bhakti Imigrasi,” tandasnya.

Dijelaskan, layanan paspor simpatik dikhususkan untuk permohonan paspor baru dan penggantian paspor.

“Penggantian paspor di sini adalah penggantian paspor karena habis berlaku. Sedangkan untuk penggantian paspor karena hilang atau rusak, kami persilakan pemohon untuk datang di hari kerja,” ucapnya.

Dikonfirmasi apakah layanan paspor simpatik dimungkinkan akan terus berlanjut pasca HBI, Komang Artha menyebutkan bahwa hal tersebut sangat mungkin dilakukan.

Baca Juga :  Sejumlah Pasar Tradisional Mulai Terapkan Konsep Physical Distancing

“Bila kegiatan ini memberi kemudahan bagi masyarakat, kenapa tidak, tentu sangat mungkin kegiatan seperti ini akan kami adakan kembali,” ujarnya. (**)